JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan nama-nama menteri Kabinet Indonesia Maju. Dari 34 menteri yang akan membantu Jokowi menjalankan roda pemerintahan, sebanyak 19 menteri bekerja di sektor perekonomian, dan sisanya di sektor lain.
Menanggapi hal itu, Peneliti senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati menilai penempatan ‘the right man on the right place’ tidak terwujud pada kabinet baru tersebut.
"Saya kira Presiden tersandera, karena semangat ‘the right man on the right place’ tidak terwujud dalam Kabinet Indonesia Maju," kata Enny dalam diskusi di Kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2019).
Baca juga: Jokowi Ungkap Alasan Ajak Gerindra Gabung dan Jadikan Prabowo Menhan

Penempatan anggota kabinet baru, kata Enny, tidak seluruhnya mencerminkan upaya Presiden dalam memberikan ruang yang tepat, dan proporsional bagi para pembantunya untuk bekerja sesuai kapasitas masing-masing.
"Bahkan, penempatan seorang menteri lebih menguat pada nuansa politis," sambungnya.
Enny pun menuturkan, terdapat beberapa anggota kabinet yang perlu dievaluasi kapasitasnya. Diantaranya adalah pertama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati yang sebelumnya tidak pernah terdengar dan terbaca track record-nya dalam upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Baca juga: Polemik dr Terawan, Jokowi: Rekam Jejaknya Tak Perlu Diragukan
Lalu kedua, penunjukan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) kurang tepat, sebab sektor pendidikan merupakan roh dari pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Ketiga, penunjukan Wishnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dinilai kurang memaksimalkan potensi dan kapasitasnya.
“Menurut kami, akan sangat tepat jika Nadiem Makarim sebagai Menteri UKM sebab akan mendorong percepatan pertumbuhan start up di Indonesia dengan pendekatan teknologi. Sementara pemikiran kami, Wishnutama akan menjadi sangat efektif dan optimal berkarya jika ditunjukan menjadi Menkominfo. Jadi itu yang kami sebut, the right man on the right place,” ungkap Enny.