Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tudingan Vijaya soal Iriawan Berkolaborasi dengan Kartel Berujung Ancaman Pidana

Amril Amarullah , Jurnalis-Kamis, 31 Oktober 2019 |20:20 WIB
Tudingan Vijaya soal Iriawan Berkolaborasi dengan Kartel Berujung Ancaman Pidana
Vijaya Fitriyasa, Calon Ketum PSSI Periode 2019-2023 (foto: @official.persissolo)
A
A
A

BANDUNG - Salah seorang kandidat Ketua Umum PSSI Vijaya Fitriyasa dikecam para tokoh Jawa Barat karena menuding Komjen Mochamad Iriawan bernegosiasi dengan kartel supaya terpilih menjadi Ketua Umum PSSI.

Para tokoh tersebut kecewa setelah Vijaya memberikan pernyataan dalam acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7 bertajuk "PSSI Buat Apa?". Bahkan video tersebut menjadi viral di Youtube dan media sosial pada Rabu 30 Oktober 2019.

Komjen Iriawan	 

Seperti halnya yang diungkapkan Mugi Sudjana, salah seorang tokoh Jabar. Dia merasa tersinggung dengan pernyataaan Vijaya yang tanpa dasar dan menuding M Iriawan terkait dengan kartel.

"Kami sebagai warga Jawa Barat tersinggung, karena bapak M iriawan ini didukung oleh masyarakat Jawa Barat, khususnya saya dan teman-teman, jadi saya minta Pak Vijaya mempertanggung jawabkan masalah statementnya. Inikan sangat bahaya yang belum tentu betul (masih dugaan)," ujar Mugi kepada wartawan, Kamis (31/10/2019).

Menurutnya, pernyataan Vijaya yang tanpa dasar telah mengundang kemarahan masyarakat Jawa Barat. "Dia (Vijaya) harus mempertanggung jawabkan itu. Kalau memang bersaing ya bersaing yang benarlah jangan menjelekan orang. Dia harus mempertanggung jawabkan pembicaraan nya yang tadi malam kalau tidak benar saya akan tuntut," sambungnya.

Pernyataan serupa diungkapkan Nyoman Adi Fery salah seorang tokoh masyarakat. Dia merasa tersinggung dengan pernyataan Vijaya yang menuduh M Iriawan berkolaborasi dengan kartel dalam pemilihan Ketum PSSI.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement