JAKARTA - Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang rencananya akan diselenggarakan pada 3-6 Desember 2019 diyakini berjalan kondusif. Meskipun saat ini situasi agak memanas jika melihat persaingan antara Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam memperebutkan Ketum Golkar.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPD Golkar Papua Klemen Tinal. Oleh karena itu, menurutnya tidak ada yag perlu dikhawatirkan karena internal partainya dalam kondisi yang baik.
"Percayalah, kader-kader terbaik Partai Golkar itu sudah cerdas dan dewasa semua. Partai Golkar juga sudah semakin dewasa. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ucap Klemen di Jakarta, Rabu (13/11/2019).
Ia berharap tidak ada pihak lain yang membuat situasi makin memanas, hingga berpotensi menimbulkan kekacauan. Klemen yakin Golkar akan makin besar jika semua kadernya bersatu dan mesra.
Lebih lanjut, Klemen pun menilai bahwa semua kader Partai Golkar sudah memahami mekanisme partai, termasuk dalam menetapkan ketua umum yang akan ditentukan dalam Munas nanti.

"Ya, karena sudah ada mekanismenya, sesuai AD/ART. Kita ikuti saja. Tidak melenceng dari situ, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ucap dia.
Mengenai figur ketua umum Partai Golkar untuk periode 2019-2024, Klemen mengatakan bahwa hal itu tidak dibahas di dalam Rapimnas, melainkan akan jelas ketika sudah mendekati Munas.
"Saya kira, siapa ketua umum terpilih, itu sudah bisa diketahui dari pandangan umum DPD Tingkat I. Kita ikuti mekanismenya saja. Pandangan umum mencerminkan sikap politik dan pilihan DPD-DPD," kata Klemen.
"Biar kami semakin kelihatan kompak, semakin bersatu. Kemungkinan itu kami sepakati saat rapat pleno nanti," ujarnya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.