Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Aziz Syamsuddin: Kita Harus Mengedepankan Musyawarah Mufakat dalam Berdemokrasi

Muhamad Rizky , Jurnalis-Kamis, 14 November 2019 |16:24 WIB
Aziz Syamsuddin: Kita Harus Mengedepankan Musyawarah Mufakat dalam Berdemokrasi
Azis Syamsuddin (foto : Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Politikus senior Partai Golkar yang juga Wakil Ketua DPR Bidang Politik dan Keamanan, Aziz Syamsuddin, mengatakan musyawarah mufakat daam mengambil keputussan bukan sesuatu yang aneh dan baru untuk masyarakat Indonesia maupun dalam kehidupan berpolitik negeri ini.

Keutamaan musyawarah dan mufakat sebagai bagian kehidupan berdemokrasi, kata Azis, diwujudkan dalam sila keempat dari Pancasila yang berbunyi "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyarawatan Perwakilan".

Azis Syamsuddin

"Terkandung nilai pentingnya mengutamakan musyawarah untuk mengambil keputusan, musyawarah untuk mufakat. Saya pribadi selalu mengutamakan azas musyawarah mufakat juga dalam kehidupan berpolitik sebagai anggota DPR. Kita bisa sebut itu lobi-lobi, atau pendekatan-pendekatan," kata Aziz Syamsuddin, Kamis (14/11/2019).

Mantan Ketua Banggar dan Anggota Komisi III DPR ini mengatakan esensi musyawarah mufakat sudah sangat melekat dengan bangsa Indonesia sehingga apapun bentuknya, meski akhirnya harus voting, musyawarah mufakat itu selalu digunakan di setiap kegiatan.

Baca Juga : Tim Densus 88 Kembali Tangkap Terduga Teroris di Jateng

"Kita harus selalu mengedepakan musyawarah mufakat," kata Aziz Syamsuddin.

Diketahui, musyawarah dan mufakat kembali mengemuka menjelang kelangsungan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang digelar 4-6 Desember mendatang di Jakarta.

Airlangga Hartarto selaku petahana dan Bambang Soesatyo yang kini menjabat Ketua MPR, merupakan dua nama yang disebut-sebut akan bersaing memperebutkan kursi ketua umum Partai Golkar 2019-2024 itu.

Airlangga baru mengemban amanah sebagai ketua umum Partai Golkar sejak akhir 2017, menggantikan Setya Novanto, didukung seluruh (34) DPD Golkar Tingkat I dan mayoritas DPD Tingkat II pada Munas 2019. Sehingga, dirnya berpeluang besar untuk mempertahankan jabatannya. Namun, kubu pendukung Bambang Soesatyo tampaknya masih bersikeras agar jagoannya terus maju dalam kontestasi tersebut.

Tak berlebihan jika menyikapi dinamika yang berkembang menjelang munas ini banyak kader Golkar yang menyerukan perlunya musyawarah mufakat untuk memastikan figur ketua umum periode lima tahun ke depan.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement