Agus lebih lanjut menyatakan, belakangan ini sering dikembangkan isu bahwa penangkapan terduga teroris oleh Polisi, merupakan bagian dari pengalihan isu. Seperti jelang pelantikan Presiden hasil Pemilu 2019, dimana saat itu Polisi berhasil menangkap tiga orang terduga teroris.
“Saat itu isu yang dimunculkan adalah pengalihan isu dan sebagainya. Ternyata ada kejadiakan. Dan beberapa tersangka sudah ditangkap di wilayah kita, dan akan berkembang pada tersangka lain, berdasarkan pada hasil penyelidikan yang dilakukan,”terangnya.
Baca Juga: Pasca-Teror Bom, Gubernur Sumut Ingin Evaluasi Pengamanan Kantor Polisi
Untuk itu, Agus memohon kepada media untuk menyampaikan kepada masyarakat, bahwa Polisi bekerja secara profesional. Penangkapan yang dilakukan terhadap terduga teroris bukanlah pengalihan isu. Melainkan karena memang para teroris benar-benar ada di masyarakat.
“Isu apa yang mau kita alihkan. Tidak ada untungnya kita mengalihkan isu. Mereka benar-benar ada di sekeliling kita. Mereka kehilangan rasa kemanusiaan. Hak asasi, hak hidup, sebagai hak dasar manusia, mereka ambil. Korbannya kan tidak melihat siapa. Masyarakat, aparat juga bisa menjadi korban,” tutur dia.
“Ini adalah musuh kita bersama, mari kita rapatkan barisan. Modus mereka adalah tinggal di kontrakan, lalu mengisolasi diri, tidak bersosialisasi dengan masyarakat lainnya. Mohon kepada masyarakat yang melihat tetangganya yang mencurigakan, tolong disampaikan kepada aparat setempat, mulai aparat desa, Polisi, TNI. Mari kita rapatkan barisan, kita perangi bersama,” pungkas Agus.
(Fiddy Anggriawan )