Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jelang Munas, Caketum Golkar Harus Door to Door ke Akar Rumput

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Senin, 18 November 2019 |22:57 WIB
 Jelang Munas, Caketum Golkar Harus <i>Door to Door</i> ke Akar Rumput
Foto Ilustrasi Okezone
A
A
A

JAKARTA - Partai Golkar akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) yang akan digelar awal bulan Desember mendatang. Dua nama besar akan dicalonkan untuk maju sebagai ketua umum partai berlambang pohon beringin itu, seperti Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet). Airlangga pun mengklaim mendapat dukungan mayoritas dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta, Ujang Komarudin menilai, klaim dukungan mayoritas DPD I Golkar terhadap Airlangga tidak bisa jadi ukuran kemenangan, karena suara DPD I tidak merepresentasikan suara DPD II Golkar yakni tingkat Kabupaten/Kota.

"Belum tentu. Karena DPD I tidak merepresentasikan suara-suara DPD II(Kabupaten/kota). Dukungan DPD I belum tentu diikuti oleh DPD-DPD II Golkar," kata Ujang di Jakarta, Senin (18/11/2019).

 Baca juga: Jelang Munas, Wasekjen Golkar Minta Jangan Bangun Narasi Sesat

Kata Ujang, DPD II Golkar bisa saja masing-masing dan terlihat dari mulai banyaknya suara DPD II Golkar yang tidak sejalan dengan DPD I, bahkan terang-terangan mendukung Bamsoet.

"Mereka pasti bermain sendiri-sendiri. Bersalto ria dan berloncat indah dalam dukung mendukung caketum Golkar," sambung pria yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu.

 Baca juga: Dedi Mulyadi Harap Tak Ada Kegaduhan di Munas Golkar

Peta dukungan DPD I dan DPD II ini juga, menurut Ujang, sekaligus menegaskan bahwa Airlangga adalah Caketum yang lingkup dukungannya lebih banyak dari elite saja dan tidak mengakar, sementara Bamsoet dinilai lebih mengakar.

"Dukungannya lebih banyak datang kelompok akar rumput, yakni DPD tingkat Kabupaten dan Kota," jelasnya.

Menurutnya, Airlangga adalah seorang politisi yang memang dari awal berasal dari keluarga elite, jadi tidak terbiasa dengan gerakan akar rumput. Sedangkan Bamsoet itu orang yang tumbuh dari bawah.

"Sehingga Bamsoet sangat akomodatif dan royal, karena pernah merasakan karir politik dari bawah, jadi paham aspirasi dan pragmatisnya politik," ungkap dia.

Oleh karena itu, ia Ujang menegaskan, bahwa dinamika politik menjelang Munas Partai Golkar ini masih sangat dinamis dan segala kemungkin masih bisa terjadi.

"Jika caketum ingin unggul, maka masing-masing caketum harus turun door to door ke DPD tingkat II. Raih hati dan suaranya," pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement