Permasalahan yang kerap dihadapi dirinya saat memimpin daerahnya, kata dia, yaitu banyak PNS yang kerap ogah-ogahan ketidak dipindah ke daerah terpencil. Meski begitu, hal itu cukup terbantu dengan adanya beberapa yayasan yang melakukan pembantuan tetapi itu tidak bisa menjawab seluruhnya.
"Sehingga kami musti mengangkat pegawai honorer, pegawai kontrak yang mau melaksanakan tugas di daerah-daerah terpencil itu tentu dengan berbagai resiko," katanya.
Baca Juga: Kemenpora: Pemuda Indonesia Jangan Hanya Jago Kandang
Benyamin pun sangat bangga dirinya bisa mengikuti Indonesia Visionary Leader dan berharap menjadi ajang mempromosikan Maluku Barat Daya.
"Sehingga jadi lebih dikenal mudah-mudahan potensi-potensi Maluku Barat Daya kedepan kita bisa kembangkan potensi wisatanya, potensi alamnya sehingga bisa menjadi tujuan wisata selain Bali dan NTB," kata dia.
(Arief Setyadi )