nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Murid SD Diculik & Dijadikan Jaminan untuk 2 Karung Beras

Jum'at 22 November 2019 04:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 22 609 2132978 2-murid-sd-diculik-dijadikan-jaminan-untuk-2-karung-beras-UmbXsz86qD.JPG Dua murid SD jadi korban penculikan di Rappocini, Makassar (Foto: iNews.id/Yoel Yusvin)

MAKASSAR - Sebanyak dua murid SD di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi korban penculikan seorang pemuda tak dikenal pada Kamis, 21 November 2019. Pelaku menjadikan kedua korban sebagai jaminan untuk dua karung beras di sebuah toko sembako di Jalan Buakana, Kecamatan Rappocini.

Kedua korban yang berusia sembilan tahun itu masing-masing berinisial RD dan AP. Penculikan ini terungkap pasca-keduanya ditinggalkan pelaku di toko sembako. Kecemasan dan ketakutan masih terpancar di wajah kedua korban manakala pemilik toko sembako memberikan makanan kepada mereka.

Menukil dari laman iNews.id, korban mengaku bahwa mereka diculik seorang pemuda sepulang les dari sekolahnya di SD 1 Cenderawasih yang terletak di Jalan Belibis, Kecamatan Mariso, Makassar, Kamis siang. Mereka dihampiri pria bersepeda motor yang tidak dikenal.

Pelaku kemudian memaksa keduanya naik ke sepeda motor. Karena ketakutan dan tidak mengenal pria itu, kedua siswa itu mencoba melarikan diri. Namun, pelaku mengejar mereka. Setelah berhasil menemui keduanya, pelaku mengeluarkan senjata tajam berupa badik, lalu mengancam keduanya untuk naik ke motor.

Lantaran ketakutan, keduanya menuruti kemauan pelaku. Pelaku lalu membawa keduanya ke beberapa toko sembako. Pelaku bermaksud memanfaatkan dua anak itu untuk melakukan tindak kejahatan.

Dari banyak toko sembako yang didatangi, pelaku berhasil mengelabui pemilik toko di Jalan Buakana, Kecamatan Rappocini, Makassar, Kamis petang. Adapun modus pelaku, berpura-pura hendak membeli beras. Pelaku lalu menjaminkan kedua korban kepada pedagang dengan alasan akan kembali untuk mengambil uang.

“Dia datang sama dua anak ini. Dia tanya, berapa beras satu karung, saya bilang 260. Dia tawari, tetapi saya bilang ndak bisa. Dia bilang, dia mau ambil dua karung. Dia angkat karungnya ke motor. Saya bilang, mana uangnya, belum kau bayar. Dia bilang, dekat ini rumahku, sebentar saya kembali, ini adekku, saya titip, jadi saya biarkan dia pergi,” kata pemilik toko, Ani.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini