Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Refly Harun Tuding Stafsus Milenial Jokowi Kerjanya Hanya Beropini

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Minggu, 24 November 2019 |20:08 WIB
Refly Harun Tuding Stafsus Milenial Jokowi Kerjanya Hanya Beropini
Jokowi bersama staf khusus dari generasi milenial (Foto : Biro Pers Setpres)
A
A
A

JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengkritik keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat tujuh staf khusus (stafsus) yang berasal dari kalangan milenial. Refly menuding ketujuh stafsus milenial Jokowi itu tidak bisa bekerja dan hanya mampu beropini serta berpendapat.

Demikian diungkapkan Refly saat menghadiri sebuah diskusi di kawasan Wahud Hasyim, Jakarta Pusat, pada hari ini, Minggu (24/11/2019).

"Padahal pekerjaan mereka hanya memberikan opini dan pendapat saja. Kalau hanya itu, lebih baik presiden dibantu oleh ahli-ahli yang tidak perlu diikat oleh jam kerja, cukup diikat kode etik, tidak perlu diberikan kompensasi puluhan juta, cukup diberikan honor ketika pendapat mereka diminta tapi mimbar akademik mereka tidak boleh diganggu," kata Refly.

7 Stafsus Jokowi

Menurut Refly, terpilihnya tujuh stafsus Jokowi dari kalangan milenial berdampak pada beban anggaran negara. Sebab, kata Refly, pendapatan atau gaji tujuh stafsus tersebut tidak sesuai dengan kinerjanya.

"Tentu nanti akan diikuti dengan fasilitas seperti lazimnya mereka yang aksi stafsus, mereka tidak produktif lagi di masyarakat, padahal tidak setiap saat pendapat mereka diperlukan, menurut saya tidak perlu dipermanenkan, kalau koordinator stafsus mungkin bisa ada," jelasnya.

Refly juga menilai anak-anak muda alias milenial yang jadi stafsus Jokowi banyak dari kalangan yang mampu. Kata dia, belum tentu para stafsus milenial itu mampu memberikan masukan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement