PANGANDARAN - Siswa SMP asal Pangandaran yang tak sengaja menelan paku sudah ditangani pihak RS Hasan Sadikin Bandung.
Berdasarkan informasi, penanganan operasi dilakukan oleh pihak RS Hasan Sadikin Bandung pada Rabu, (27/11/2019).
Bocah nahas yang berinisial DN (13) ini tak sengaja menelan paku saat hendak menunjukkan aksi sulap di hadapan kawan-kawannya, dengan seolah-olah menelan paku yang sebenarnya ia sembunyikan di bawah lidah.
Namun, atraksi tersebut berujung petaka saat kaki DN yang tengah luka akibat bermain sepakbola, terinjak kawannya. Sontak DN menjerit dan paku yang ada di mulutnya tertelan.

Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin mengatakan, sebelumnya tindakan operasi sempat tertunda lantaran hal teknis.
"Siswa SMP tersebut berinisial DN yang merupakan peserta didik di SMPN 2 Parigi," kata Asep.
Berdasarkan informasi yang didapat, musibah yang dialami DN terjadi pada Rabu 13 November 2019. Pihak Sekolah membawa korban ke Puskesmas Selasari, setelah itu Puskesmas Selasari merekomendasikan untuk dibawa ke RSUD Kota Banjar.
"Setelah di RSUD Kota Banjar dilakukan rongent dan hasilnya bahwa jarum yang tertelan sudah ada di paru-paru," tambah Asep.
Karena keterbatasan alat di RSUD Kota Banjar, akhirnya direkomendasikan untuk dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung dan sempat dilakukan endoskopi pada Kamis, (14/11/2019), tetapi paku yang tertelan tidak ditemukan dan akhirnya dilakukan rongtent ulang dengan hasil posisi paku sudah berada di paru-paru.
"Setelah beberapa tahapan pemeriksaan selesai dilakukan, pihak RS Hasan Sadikin Bandung menjadwalkan tindakan oprasi pada Jum'at 15 November namun dengan alasan padat jadwal akhirnya diundur menjadi Senin, (18/11/2019) tetapi belum juga dilakukan," paparnya.
"Atas dukungan dan dorongan dari seluruh pihak, akhirnya penanganan dilaksanakan dan paku yang berada di paru-paru berhasil dikeluarkan," jelasnya.
Asep mengaku, sebagai wakil rakyat sempat cemas atas keterlambatan penanganan lantaran akan berdampak pada kegiatan belajar siswa tersebut.
"Harapan kami kedepan, penanganan pasien yang darurat segera ditangani berdasarkan SOP karena kesehatan merupakan hak seluruh warga negara Indonesia," terangnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.