Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Munas Golkar Diyakini Berjalan Damai dan Demokratis

Fahreza Rizky , Jurnalis-Minggu, 01 Desember 2019 |19:16 WIB
Munas Golkar Diyakini Berjalan Damai dan Demokratis
Partai Golkar. (Ilustrasi, Foto : Okezone.com/Harits Tryan Akhmad)
A
A
A

JAKARTA – Suhu politik di tubuh Partai Golkar yang memanas jelang Musyawarah Nasional (Munas) pada 3-6 Desember 2019 dinilai sebagai hal wajar.

“Wajarlah. Golkar memang partai besar. Makin tinggi pohon, makin banyak angin,” kata Plt Ketua Golkar DKI Jakarta, Rizal Mallarangeng, kepada wartawan, Minggu (1/12/2019).

Meski memanas, Rizal yakin pada akhirnya Munas untuk menentukan ketua umum Golkar periode berikutnya itu akan damai dan demokratis. Ia pun yakin Ketua Umum Airlangga Hartarto akan kembali terpilih pada Munas mendatang.

“Tapi, munas pada akhirnya akan damai dan demokratis. Airlangga Hartarto sudah mengantongi dukungan mayoritas. Dia akan terpilih kembali menjadi Ketum Golkar. Insya Allah,” ujar Rizal.

Sementara itu, terkait kritik dari kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet) soal Plt Ketua DPD di daerah, Rizal menganggapnya santai. Menurutnya, tak ada masalah dengan penetapan Plt jika sesuai dengan prosedur.

“Kritik seperti itu dicari-cari. Plt itu bukan orang, tapi lembaga. Sejauh prosedur penetapannya sah, ya tidak ada masalah. Hak suaranya tidak berbeda dengan ketua definitif,” katanya.

Partai Golkar. (Ist)

Ia melanjutkan, lagi pula di DKI Jakarta sudah diadakan rapat pleno dan hasilnya adalah dukungan bulat buat Airlangga. “Keputusan inilah yang kami bawa ke Munas. Jadi tidak sembarangan, tetapi terlembaga. Bukan orang, tapi organisasi. Itu esensinya,” ucap Rizal.

Rizal menjelaskan soal penunjukannya sebagai Plt Ketua Golkar DKI Jakarta. Menurutnya, persoalan jabatan Plt yang dinilai berkepanjangan harus melihat konteksnya.

“Saya ditunjuk menjadi Plt Ketua DKI pas saat kampanye Pemilu akan dimulai. Konsentrasi ke sana, bukan kompetisi internal. Setelah Pemilu, kami rapat pleno, dan diputuskan Musda DKI diadakan pada 2020. Jadi urutannya bagus, Munas dulu dan setelah itu Musda.”

Baca Juga : Desak Hentikan Intimidasi Pemilik Suara, Kubu Bamsoet Ancam Gelar Munas Tandingan

Yang penting, lanjut Rizal, semua keputusan tersebut bukan sesuatu yang subjektif atau ide orang per orang. “Ia adalah keputusan organisasi yang bersifat kolektif kolegial. Itu yang perlu dimengerti,” katanya.

Rizal pun mengajak seluruh kader Golkar menyambut Munas nanti dalam suasana kegembiraan dan persahabatan.

“Kompetisi adalah hal yang biasa. Malah bagus. Tapi, ia harus menjadi proses yang membesarkan partai, bukan memecah-belah. Golkar partai besar, kita harus membuatnya lebih besar lagi, bersama-sama,” tuturnya.

Baca Juga : Kubu Bamsoet Ingin Airlangga Dapat Izin Tertulis Jokowi Sebelum Nyalon Munas Golkar

(erh)

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement