nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Temani Sapi saat Puting Beliung, Nenek Patah Tulang Tertimpa Runtuhan Rumah

Kamis 05 Desember 2019 14:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 05 512 2138310 temani-sapi-saat-puting-beliung-nenek-patah-tulang-tertimpa-runtuhan-rumah-T1WWXBYOwH.JPG Tuminem, menderita patah tulang tangan kiri pasca-bencana puting beliung menerjang rumahnya (Foto: iNews.id)

GROBOGAN – Seorang wanita lanjut usia (lansia) menderita patah tulang tangan kiri saat angin puting beliung menerjang Desa Anggaswangi, Kecamatan Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu 4 Desember 2019 petang. Wanita bernama Tuminem (65) itu tertimpa reruntuhan bangunan rumah.

Saat didatangi rumahnya pada Kamis (5/12/2019) pagi, Tuminem sudah dibawa ke RSUD Purwodadi untuk mendapat perawatan. Anak Tuminem, Warsini menjelaskan bahwa ibunya menolak untuk meninggalkan rumah saat puting beliung menerjang. Warsini menceritakan ibunya lebih memilih tetap berada di dalam rumah dan menemani sapi milik keluarga.

“Sebelum kejadian saya sudah dengar suara gemuruh. Lalu saya ajak ibu untuk keluar, tapi dia tidak mau. Ibu bilang kasihan sama sapinya, makanya dia memilih tetap di dalam rumah. Saat angin datang rumah roboh menimpa ibu yang ada di dalamnya, tangan kirinya patah,” ucap Warsini, sebagaimana mengutip iNews.id.

Akibat kejadian itu sapi milik keluarga Tuminem dijual oleh anak-anaknya pada Kamis pagi. Mereka menganggap sapi tersebut membawa sial. Hingga Kamis pagi, bencana puting beliung tersebut diketahui tidak menimbulkan korban jiwa. Namun diduga ratusan rumah mengalami rusak ringan hingga sedang. Bahkan empat rumah di Desa Anggaswangi dilaporkan roboh rata dengan tanah.

Sejumlah warga tampak membersihkan sisa-sisa kekacauan akibat terjangan puting beliung. Sementara warga yang rumahnya roboh mengais runtuhan dengan harapan menemukan perabotan yang masih bisa dimanfaatkan.

Alifah Putri Riyanti, murid kelas dua SMPN 2 Godong mengaku tidak bisa berangkat ke sekolah lantaran seluruh peralatan belajarnya tertimpa runtuhan bangunan. Termasuk seragam sekolahnya.

“Peralatan semua di sana (di bawah runtuhan rumah-red) sudah rusak semua, sudah kotor. Tidak bisa untuk sekolah,” keluh Alifah.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini