nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terpilih Pimpin Finlandia, Sanna Marin Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 11:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 09 18 2139618 terpilih-pimpin-finlandia-sanna-marin-jadi-perdana-menteri-termuda-di-dunia-dIcFU6FZxp.jpg PM Finlandia, Sanna Marin. (Foto: Reuters)

HELSINKI – Partai Sosial Demokrat Finlandia (SDP) pada Minggu, 8 Desember memilih mantan menteri transportasi berusia 34 tahun, Sanna Marin untuk menjabat sebagai perdana menteri negara itu, menjadikannya kepala pemerintahan termuda dalam sejarah Finlandia.

Sanna Marin menang tipis pada pemungutan suara pada Minggu untuk menggantikan pemimpin sebelumnya, Antti Rinne, yang mengundurkan diri pada Selasa setelah kehilangan kepercayaan dari mitra Partai koalisi Tengah terkait penanganan pemogokan pegawai pos.

"Kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membangun kembali kepercayaan," kata Marin kepada wartawan sebagaimana dilansir AFP, Senin (9/12/2019).

"Saya tidak pernah memikirkan umur atau jenis kelamin saya, saya memikirkan alasan saya terjun ke dunia politik dan hal-hal yang membuat kami mendapat kepercayaan dari para pemilih."

Pada usia 34 tahun, Marin juga menjadi salah satu pemimpin negara termuda di dunia, lebih muda dari Perdana Menteri Ukraina Oleksiy Honcharuk, yang saat ini berusia 35 tahun.

Mantan PM Rinne telah memimpin koalisi lima partai kiri-tengah Finlandia sejak Juni, dan penunjukan Marin tidak mungkin mengarah pada perubahan kebijakan yang signifikan oleh pemerintahan yang dipimpin Demokrat Sosial.

"Kami memiliki program pemerintah bersama yang telah kami akan berkomitmen untuk jalankan," kata Marin.

kami telah berkomitmen untuk itu. SDP memenangkan pemilihan legislatif April dengan janji untuk mengakhiri tahun pengetatan ekonomi yang diperkenalkan oleh Partai Tengah untuk mengangkat Finlandia keluar dari resesi.

Layanan pos Finlandia mencabut rencana reformasi pada November setelah pemogokan yang meluas, tetapi muncul pertanyaan apakah Rinne sebelumnya mendukung pengurangan tersebut, yang mengarah ke Partai Tengah yang menyatakan telah kehilangan kepercayaannya pada perdana menteri Senin lalu.

Parlemen diperkirakan secara resmi mengambil sumpah perdana menteri baru pada Selasa.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini