AS Berlakukan Larangan Terbang Bagi Pilot Saudi Pascapenembakan di Pangkalan Militer

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 11 Desember 2019 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 11 18 2140619 as-berlakukan-larangan-terbang-bagi-pilot-saudi-pascapenembakan-di-pangkalan-militer-ObL9A9hz4D.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON - Pentagon pada Selasa mengumumkan bahwa mereka menghentikan pelatihan operasional semua personil militer Arab Saudi di Amerika Serikat (AS) sampai pemberitahuan lebih lanjut. Langkah itu diambil setelah seorang letnan Angkatan Udara Saudi menembak dan menewaskan tiga orang di sebuah pangkalan di Florida pekan lalu.

Keputusan itu akan memiliki dampak yang luas pada kunjungan personel Saudi, termasuk melarang lebih dari 300 siswa penerbangan militer untuk terbang Arab Saudi sebagai bagian dari "penurunan keamanan," yang sebelumnya pertama kali dilaporkan oleh Reuters pada Selasa.

BACA JUGA: Anggota Militer Arab Saudi Tembaki Pangkalan Angkatan Laut AS, 3 Orang Tewas

Pentagon kemudian mengonfirmasi laporan Reuters tentang siswa penerbangan dan menambahkan langkah itu juga akan memengaruhi personel infanteri dan semua pelatihan Saudi lainnya, selain pelatihan ruang kelas. Kursus seperti di kelas, yang termasuk kelas bahasa Inggris, akan tetap dilanjutkan.

Dalam sebuah pengarahan kepada wartawan di Pentagon, seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan langkah itu dimaksudkan untuk memungkinkan peninjauan yang lebih luas terhadap prosedur keamanan yang pada akhirnya akan berlaku untuk seluruh siswa militer internasional di AS yang jumlahnya sekira 5.000 personel.

Foto: Reuters

Seorang sumber pejabat keamanan yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa larangan keamanan itu hanya berlaku untuk sekira 850 siswa yang berkunjung dari Arab Saudi. Dia mengatakan bahwa penembakan itu "menyarankan bahwa mungkin ada perbaikan tertentu dengan populasi (negara) itu."

"Saya tidak punya bukti untuk menunjukkan bahwa ada lingkaran yang lebih besar atau konspirasi yang lebih besar," kata pejabat itu kepada Reuters, ketika ditanya apa yang mendorong kemacetan keselamatan.

BACA JUGA: FBI Anggap Penembakan di Pangkalan Angkatan Laut AS sebagai Serangan Teroris

FBI mengatakan para penyelidik AS percaya Letnan Dua Angkatan Udara Saudi Mohammed Saeed Alshamrani, 21 tahun, bertindak sendiri ketika ia menyerang pangkalan Angkatan Laut AS di Pensacola, Florida, pada Jumat, sebelum kemudian ditembak mati.

Penembakan itu sekali lagi menimbulkan pertanyaan tentang hubungan militer AS dengan Arab Saudi, yang mendapat sorotan tajam di Kongres atas perang di Yaman dan pembunuhan kolumnis Washington Post Jamal Khashoggi tahun lalu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini