Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mahfud MD Bandingkan Politik Uang di Pilkada Langsung atau Lewat DPRD

Sarah Hutagaol , Jurnalis-Kamis, 12 Desember 2019 |11:17 WIB
Mahfud MD Bandingkan Politik Uang di Pilkada Langsung atau Lewat DPRD
Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto : Okezone.com/Dede Kurniawan)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebutkan tetap terdapat politik uang dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung ataupun tidak langsung.

Hal tersebut disampaikan Mahfud MD ketika memberikan sambutan dalam acara peluncuran program Pemilu Rakyat 2020 yang diselenggarakan MNC Media.

"Pemilu langsung dianggap lebih baik karena rakyat tak lagi memilih melalui agen-agen DPRD. Tapi, rakyat milih sendiri. Harapannya tak ada politik uang," ucap Mahfud MD di Gedung iNews TV, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019).

"Tapi kemudian sama saja. Kalau lewat DPRD politik uangnya itu borongan, lewat agen-agen. Tapi kalau lewat rakyat itu eceran, sama saja. Tambah boros. Sama. Itu eksperimen dari Pilkada kita," tuturnya.

Menurutnya, bahkan ketika masa Orde Baru, Pilkada yang pada saat itu disaring DPRD dan dipilih pemerintah pusat tetap terjadi politik uang, dan bahkan terdapat ancaman-ancaman yang meneror kepala daerah.

Menko Polhukam Mahfud MD saat memberikan sambutan peluncuran program Pemilu Rakyat 2020 di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (12/12/2019). (Foto : Okezone.com/Sarah Hutagaol)

"Tetapi pada saat yang sama, DPRD juga sering meneror kepala daerah, bilang laporan akan ditolak, LPJ akan ditolak, akan dilengserkan, dan sebagainya. Korbannya dulu ada di Riau ada. Diteror lalu dilengserkan," tutur Mahfud MD.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement