nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asal Gergaji yang Jadi Alat 4 Tahanan Polresta Malang Kota Kabur Masih Misterius

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 16 Desember 2019 18:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 16 519 2142592 asal-gergaji-yang-jadi-alat-4-tahanan-polresta-malang-kota-kabur-masih-misteri-1pAeU5QStV.jpg (Foto: Okezone.com/Avirista Midada)

KOTA MALANG – Gergaji jadi alat empat tahanan Polresta Malang Kota untuk kabur. Namun hingga kini belum ada titik terang soal asal gergaji.

Shokib Yulianto, otak tahanan kabur menuturkan, ia mengambil gergaji dari tukang yang tengah memperbaiki instalasi air di ruang tahanan. Namun keterangan Shokib berbeda dengan Andrian Fairi yang diamankan pertama kali.

"Ada yang bilang dari besukan (dapat gergajinya), ditaruh di kotak roti, tapi kurang tahu jelas. Saya tidak jelas," ujar Andrian Fairi, saat dikonfrontasi di Mapolresta Malang Kota, Senin (16/12/2019).

"Yang gergaji saya dan Bayu Rabu siang nyicil. Lama gergajinya dua minggu lebih. Saat gergaji ada yang tahu sebagian, saya curi dari tukang," kata Shokib.

Shokib dibantu Bayu Prasetyo dan Nur Cholis untuk menggergaji jeruji besi. Sedangkan tahanan kabur lainnya, Andrian Fairi tak ikut dalam proses ini.

"Ikut menggergaji saya tahunya dari Shokib. Tidak tahu asal gergajinya darimana. Yang tahu mas Shokib," jawab Nur Cholis.

(Foto: Avirista/Okezone)

Sedangkan Bayu Prasetio, mengaku diajak rekan yang lain untuk ikut menggergaji jeruji besi yang dijadikan jalan keluar.

"Awalnya ikut ajakan menggergaji malam-malam. Sudah gergaji saja gitu katanya. Dapat info teman-temen katanya (gergaji) dari tukang pipa," ucap Bayu Prasetio.

Kapolresta Malang Kota AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, pihaknya masih akan memintai keterangan lebih lanjut mengenai asal usul gergaji tersebut.

"Soal gergaji masih dilakukan konfrontasi. Keterangan satu tersangka dengan tersangka lain berbeda, kita konfrontasi karena masih ada perbedaan satu dengan yang lain," tutur Leonardus Simarmata.

Sebelumnya diberitakan, empat tahanan Polresta Malang Kota kabur pada Senin 9 Desember 2019 Pukul 01.30 WIB. Keempatnya menggergaji jeruji besi, kemudian memanjat dinding menggunakan kain sarung dan melompat kabur ke sekolah yang berada di utara kompleks kantor Polresta Malang Kota.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini