JAKARTA - Pimpinan jilid IV Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim selama menjabat empat tahun belakangan telah menghadapi tantangan terberat lantaran dikepung dengan berbagai kepentingan yang ada.
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengungkapkan, tantangan paling berat itu dihadapi oleh lembaga antirasuah lantaran adanya kepentingan yang seakan-akan tidak mendukung pemberantasan rasuah di Indonesia.
"Di ujung tahun kepemimpinan kami ini, tidak berlebihan jika kami ungkapkan, inilah tahun terberat ketika KPK secara keseluruhan terasa seperti dikepung kepentingan anti pemberantasan korupsi," kata Syarif dalam Konferensi Pers Kinerja KPK 2016-2019 di Gedung Penunjang KPK, Jakarta Selatan, Selasa (17/12/2019).
Tetapi di sisi lain, Syarif menekankan, pihaknya telah berusaha untuk tidak menyerah dengan situasi dan kondisi yang berkembang.
"Namun, kami paham, kami tidak boleh menyerah kalah pada perlawanan balik koruptor (corruptors fight back) tersebut," ujar Syarif.

Baca Juga: Ujian Pimpinan KPK Jilid IV: Vonis Bebas Syafruddin Arsyad Temenggung dan Sofyan Basir
Sementara itu, untuk pimpinan jilid V yang akan segera aktif, Syarif menyampaikan bahwa, semua permasalahan ini belum usai. Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan di semua fungsi lembaga ini.
Salah satunya, kata Syarif adalah, yang tidak kalah penting adalah menjaga marwah lembaga pemberantas korupsi ini dengan menguatkan integritas manusia didalamnya.
"Meskipun ada perubahan signifikan mengenai kepegawaian, sudah semestinya fondasi yang dimiliki sebagai insan KPK tidak akan luntur," tutup Syarif.
(Edi Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.