BEKASI - Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) Elevated II yang baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi perbincangan khalayak beberapa hari terakhir.
Penyebabnya, tol tersebut sempat viral, karena sebuah foto memperlihatkan konstruksi jalan bebas hambatan itu sekilas tampak bergelombang.
Terlebih lagi, proyek tol yang konsesinya dimiliki PT Jasamarga Jalan layang Cikampek ini dikerjakan hanya menghabiskan waktu selama 34 bulan saja dengan windows time yang sempit.
Berdasarkan pantauan Okezone, Selasa (17/12/2019) siang, jalur dari Cikampek arah Jakarta di kilometer 43-100, tiang pancang tol tersebut terlihat tinggi ketimbang tiang lainnya. Begitu juga di kilometer 42-400.
Di KM 42-200 terlihat tiang panyanggah tol tersebut tinggi sebelah ketimbang tiang-tiang lainnya. Selanjutnya di kilometer 26, konstruksi jalan tersebut lebih tinggi dibandingkan tiang lainnya. Jalan tol layang di KM 26 tersebut terlihat sedikit menanjak.
Begitu juga di kilometer selanjutnya, di mana terdapat sejumlah titik konstruksi tersebut terlihat naik turun. Meski sudah diresmikan oleh Presiden Jokowi dan digratiskan, namun Jalan tol layang terpanjang di Indonesia ini sepi peminat. Pasalnya, hanya ada beberapa yang mau menjajal tol tersebut.
Itu terlihat di dua sisi, baik yang mengarah ke Jakarta maupun ke arah Cikampek. Terlihat hanya ada beberapa saja yang menggunakan tol layang yang memiliki panjang 36,4 kilometer tersebut.
Seusai diresmikan, jalan tol layang Japek II sudah dibuka untuk umum dua atau tiga hari setelahnya. Namun, tidak semua jenis golongan kendaraan diperbolehkan untuk melintas di jalan Tol Japek Elevated.
Seorang pengendara, Aan Rachman mengatakan, sepulang dari kampung halamnya di Subang, Jawa Barat, dirinya ingin menjajal Jalan Tol Japek II Elevated ini.
Dirinya masuk di pintu awal Tol Japek II Elevated ini di Karawang. Pertama kali menjajal, dirinya sempat khawatir karana hanya ada beberapa pengendara saja yang menggunakan jalur tol layang ini.
"Masih agak ngeri, cuma ya nyoba aja pelan-pelan, sedikit gimana gitu. Bingung juga kalau mogok," kata Aan.
Dirinya pun sempat memerhatikan beberapa hal yang menurutnya sangat perlu mendapat perhatian khusus dari pihak pengolola Tol Japek II Elevated ini, yang sangat mengurangi kenyamanan saat melintasi tol tersebut.
"Jalan yang dilalui belum terasa aman, seperti jalan tol pada umumnya, lapisan aspal sangat terasa kasar, dan konstruksi bergelombang," ujar dia.
Terkait permukaan aspal yang bergelombang, ia lebih memilih berpikir positif. Sebab, selain memberikan efek yang tidak monoton bagi pengemudi juga karena pekerjaannya yang terkesan dikebut oleh pemerintah.
"Hal itu bisa dipahami karena memang tol ini diselesaikan atas dasar untuk mengejar target penyelesaiannya," tandasnya.
Sementara pengendara lainnya, Rahmat (38) mengaku kurang nyaman melintas di Tol Japek II Elevated karena sambungan antarblok jalanan tersebut sangat terasa, bahkan ada sambungan yang terasa agak naik, sehingga efeknya kalau dilalui dengan kecepatan tinggi, kendaraan bisa melambung.
"Kaget di sambungan, apalagi kalau itu dalam kecepatan tinggi, sangat bahaya," ucap Rahmat.
Hal lain dari pantauan tol layang Japek II Elevated, kurang tingginya dinding kiri-kanan tol, dan terkesan kurang kokoh membuat pengendara khawatir. Hal ini berbeda dibandingkan dinding pembatas jalan yang terdapat pada tol dalam kota yang begitu kokoh, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.
Namun diakui bahwa keberadaan Tol Japek II Elevated ini sangat dibutuhkan, terutama bagi kendaraan golongan I atau kendaraan kecil, agar tidak lagi menumpuk di jalan Tol Jakarta-Cikampek yang dipadati oleh bus, truk dan kendaraan besar lainnya.
(Rizka Diputra)