nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menlu RI Serah Terimakan Dua WNI Korban Penyanderaan Abu Sayyaf pada Keluarga

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 26 Desember 2019 19:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 26 18 2146382 menlu-ri-serah-terimakan-dua-wni-korban-penyanderaan-abu-sayyaf-pada-keluarga-KxvzcTLMlM.jpg Menlu RI Retno Marsudi menyerah terimakan dua ABK yang menjadi korban penyanderaan Abu Sayyaf kepada keluarganya, 26 Desember 2019. (Foto: Kemlu RI)

JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi pada Kamis, 26 Desember menyerah terimakan dua anak buah kapal warga negara Indonesia (ABK/WNI) yang berhasil dibebaskan dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf di Filipina selatan. Bertempat di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, kedua ABK/WNI atas nama Maharudin bin Lunani dan Samiun bin Maneu itu telah dipertemukan kembali dengan keluarga mereka masing-masing.

BACA JUGA: 2 dari 3 WNI yang Disandera Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan

“Saya menyampaikan puji syukur bahwa di akhir 2019 ini kita kita dapat menutup pelaksanaan politik luar negeri dalam hal perlindungan WNI dengan keberhasilan pembebasan dua sandera WNI yang sudah 90 hari sampai masa pembebasan menjadi sandera di Filipina selatan,” kata Menlu Retno, Kamis (26/12/2019).

Menlu Retno mengatakan bahwa keberhasilan pembebasan kedua ABK/WNI ini tidak lepas dari kerja sama dari berbagai pihak, baik internal pemerintah Indonesia, termasuk perwakilan RI di Manila dan Davao, Filipina, mau pun kerja sama dengan pihak berwenang Filipina.

Dia juga mengatakan bahwa upaya pembebasan kedua ABK/WNI diusahakan sampai ke level diplomasi tertinggi antara kedua negara.

“Diplomasi dalam tingkat tinggi, langsung dipimpin, dilakukan oleh Presiden Joko Widodo menyampaikan ini kepada Presiden (Filipina, Rodrigo) Duterte,” ungkap Menlu Retno.

BACA JUGA: Pemerintah Fokus Bebaskan 1 WNI yang Disandera Abu Sayyaf di Filipina

Dengan dibebaskannya kedua sandera, hanya satu sandera ABK/WNI lagi yang saat ini masih menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf. Menlu Retno mengatakan bahwa upaya pembebasan sandera atas nama Muhammad Farhan, yang merupakan putra dari Maharudin masih terus dilakukan.

“Saya mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar saudara Muhammad Farhan dapat dibebaskan dengan selamat.”

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini