Sebelumnya, peneliti dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Rhorom Priyatikanto meningatkan masyarakat tidak melihat gerhana matahari dengan mata telanjang. Cahayanya dapat merusak mata dan menyebabkan kebutaan.
"Meskipun matahari tertutup bulan, saat itu cahayanya masih menyilaukan. Yang paling aman menggunakan kacamata matahari atau filter matahari. Tidak disarankan dilihat dengan mata telanjang," ujar Rhorom ketika dikonfirmasi, Selasa 24 Desember 2019.
Baca juga: Gerhana Matahari Cincin Bakal Terlihat di 7 Provinsi, Berikut Daftarnya
Selain memakai kacamata dengan filter matahari, melihat gerhana matahari juga bisa menggunakan kamera lubang jarum, teropong atau teleskop, serta kamera DSLR dengan filter khusus matahari.
Ia mengatakan, gerhana matahari cincin terjadi ketika bulan berada segaris dengan bumi dan matahari serta bulan berada pada titik terjauh dengan bumi. Hal ini membuat piringan bulan terlihat lebih kecil daripada matahari sehingga tidak sepenuhnya menutupi piringan matahari.
Baca juga: Tata Cara Salat Gerhana Matahari
Dia menuturkan, di Indonesia, fenomena gerhana matahari cincin bisa diamati di Padang Sidempuan, Sibolga, Siak, Duri, Pulang Pedang, Pulau Bengkalis, Pulau Tebing Tinggi, Pulau Rangsang, Batam, Tanjung Pinang, Singkawang, Makulit, Tanjung Selor, dan Berau.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.