nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

29 Perwira Intelijen Sudan Dihukum Mati Terkait Kematian Seorang Guru

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 31 Desember 2019 09:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 31 18 2147690 29-perwira-intelijen-sudan-dihukum-mati-terkait-kematian-seorang-guru-xVzACiDLSZ.jpg Ilustrasi.

KHARTOUM - Pengadilan Sudan telah menjatuhkan hukuman mati 29 perwira intelijen atas penyiksaan dan pembunuhan seorang guru. Ini merupakan vonis mati pertama yang dijatuhkan pengadilan sejak Presiden Omar Al Bashir dikudeta pada April 2019.

Ahmad al-Khair, 36 tahun, meninggal dalam tahanan pada Februari setelah ditangkap karena ambil bagian dalam protes terhadap pemerintah presiden saat itu, Omar al-Bashir. Jaksa mengatakan vonis mati adalah hukuman yang adil.

BACA JUGA: Militer Sudan Dilaporkan Telah Kudeta Presiden Omar Al Bashir

Pengadilan menemukan bahwa Ahmad Al-Khair dipukuli dan disiksa sampai mati oleh petugas di pusat penahanan di Negara Bagian Kassala, sebelah timur Sudan, demikian diwartakan BBC, Selasa (31/12/2019).

Setelah putusan, hakim bertanya kepada saudara laki-laki al-Khair, Sa'd, apakah dia ingin 29 orang tersebut diampuni, tetapi dia mengatakan bahwa ia ingin mereka dieksekusi. Seorang pengacara pembela mengatakan dia akan mengajukan banding.

Kematian Ahmad Al-Khair menarik perhatian luas di Sudan, dan pembunuhannya memicu protes terhadap Bashir. Kerumunan besar berdemonstrasi di luar pengadilan di Omdurman, kota kembar Ibu Kota, Khartoum, untuk mendengar putusan.

Foto: AP.

Di bawah mantan Presiden Bashir, Sudan memberlakukan hukuman mati, dan pada 2018 dua orang telah dieksekusi.

Sedikitnya 170 orang terbunuh dalam penumpasan terhadap gerakan protes yang berlangsung selama berbulan-bulan. Bashir akhirnya digulingkan oleh militer pada April 2019 setelah berkuasa selama di Sudan 30 tahun.

Awal bulan ini, dia dihukum dua tahun karena korupsi. Pengadilan memutuskan bahwa ia harus menjalani hukuman di fasilitas pemasyarakatan, karena ia terlalu tua untuk dipenjara.

BACA JUGA: Pengadilan Sudan Mendakwa Mantan Presiden Omar Al Bashir Atas Tuduhan Korupsi

Kasus korupsi Bashir dikaitkan dengan pembayaran tunai USD25 juta (sekira Rp347 miliar) yang diterimanya dari Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman. Bashir juga menghadapi dakwaan lain, termasuk beberapa yang terkait dengan kudeta 1989 yang membawanya memegang kekuasaan di Sudan, selain juga genosida dan pembunuhan demonstran.

Bashir mengklaim pembayaran dilakukan sebagai bagian dari hubungan strategis Sudan dengan Arab Saudi, dan "tidak digunakan untuk kepentingan pribadi tetapi sebagai sumbangan".

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini