nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Parlemen di Baghdad Umumkan Resolusi Serukan Pengusiran Pasukan AS dari Irak

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 06 Januari 2020 08:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 06 18 2149654 parlemen-di-baghdad-umumkan-resolusi-serukan-pengusiran-pasukan-as-dari-irak-p4sn8WkrKP.jpg Foto: Reuters.

BAGHDAD - Parlemen Irak telah mengeluarkan resolusi yang menyerukan pemerintah untuk mengusir pasukan asing dari negara itu. Resolusi itu diloloskan Parlemen Irak di saat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) meningkat menyusul pembunuhan Komandan Pasukan Quds Iran Qasem Soleimani, dan pemimpin kelompok bersenjata Irak Abu Mahdi al Muhandis dalam serangan roket AS di Baghdad pekan lalu.

Dalam sesi luar biasa yang digelar pada Minggu, parlemen Irak meminta pemerintah untuk mengakhiri semua kehadiran pasukan asing di Irak dan untuk membatalkan permintaan bantuan dari koalisi pimpinan-AS yang telah bekerja sama dengan Baghdad untuk memerangi kelompok teroris ISIS.

BACA JUGA: Kutuk AS, PM Irak Sebut Pembunuhan Komandan Pasukan Iran Akan Picu Peperangan

"Pemerintah berkomitmen untuk mencabut permintaan bantuan dari koalisi internasional yang memerangi ISIS karena berakhirnya operasi militer di Irak dan pencapaian kemenangan," demikian isi resolusi tersebut, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Senin (6/1/2020).

"Pemerintah Irak harus bekerja untuk mengakhiri keberadaan pasukan asing di tanah Irak dan melarang mereka menggunakan tanah, wilayah udara atau air dengan alasan apa pun."

Tidak seperti undang-undang (UU), resolusi yang dikeluarkan parlemen sifatnya tidak mengikat dan pengusiran pasukan asing akan membutuhkan UU baru untuk membatalkan perjanjian yang ada.

"Terlepas dari kesulitan internal dan eksternal yang mungkin kita hadapi, itu tetap yang terbaik untuk Irak pada prinsip dan secara praktis," kata Perdana Menteri (PM) Abdul Mahdi dalam pidato di depan parlemen sebelum pemungutan suara.

Dia mengatakan bahwa Irak memiliki dua opsi antara segera mengakhiri kehadiran pasukan asing di Irak atau mempertimbangkan kembali rancangan resolusi yang mengikat mengenai kehadiran militer AS untuk melatih pasukan keamanan Irak dalam perang melawan IS.

BACA JUGA: Konflik Iran-AS Meningkat, WNI di Iran Diimbau Waspada

Dengan melemahnya IS, yang dinyatakan Baghdad sebagai kemenangan pada Desember 2017, Abdul Mahdi mengatakan alasan utama kehadiran pasukan AS di negara itu telah berakhir.

"Adalah kepentingan Irak dan AS untuk mengakhiri kehadiran pasukan asing di negara itu," katanya.

Sekira 5.000 tentara AS tetap berada di Irak, sebagian besar dari mereka dalam kapasitas penasihat. Tentara AS berperang bersama Hashd al-Shaabi (Pasukan Mobilisasi Populer atau PMF) yang didukung Iran selama 2014 - 2017 melawan kelompok IS.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini