nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Pengikut Keraton Agung Sejagat yang Ngaku Tertipu hingga Ngutang Beli Seragam

Kuntadi, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 14:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 17 510 2154261 cerita-pengikut-keraton-agung-sejagat-yang-ngaku-tertipu-hingga-ngutang-beli-seragam-wtlJqRHIdt.jpg Salah satu pengikut Keraton Agung Sejagat, Kasnan (40), warga Desa Triharjo, Kecamatan Wates, Kulonprogo. (Foto : Kuntadi)

KULONPROGO – Salah satu pengikut Keraton Agung Sejagat (KAS), Kasnan (40), mengaku kapok ikut kelompok yang tidak jelas. Warga Desa Triharjo, Kecamatan Wates, Kulonprogo ini, telah bergabung sejak 10 bulan lalu.

Dia setidaknya sudah mengeluarkan dana lebih dari Rp3,5 juta untuk bergabung dengan keraton yang terletak di Dusun Pogung, Desa Juru Tengah, Kecamatan Bayan, Purworejo. Bahkan, Kasnan mengaku sempat berutang kepada temannya untuk membeli seragam seharga Rp2 juta.

“Saya kapok dan menyesal. Ternyata berakhir seperti ini,” ucap Kusnan saat ditemui di rumahnya, Jumat (17/1/2020).

Awalnya, Kasnan yang bekerja sebagai buruh ini diajak teman-temannya. Akhirnya, dia ikut menghadiri pertemuan di rumah Sudadi, korban lain yang tinggal di Plumbon. Dari pertemuan itu, Kasnan tertarik hingga akhirnya bergabung dengan Keraton Agung Sejagat.

Untuk menjadi anggota, ia harus membayar uang pendaftaran senilai Rp1,5 juta. Dari sana, dia kemudian kerap ikut dalam pertemuan yang kebanyakan membahas masalah ekonomi dan sosial kemasyarakatan.

Keraton Agung Sejagat di Purworejo. (Foto : Istimewa)

Dalam setiap pertemuan ini, dia juga banyak mengeluarkan uang yang ditarik secara kolektif. Besarannya sukarela dan biasanya hanya memberi sekitar Rp10 ribu.

“Saya bergabung karena tertarik dengan sosial kemasyarakatan. Saya malah tidak tahu akan dapat gaji atau pencairan dana, katanya.

Hingga akhirnya ada informasi untuk membeli seragam. Lantaran tidak memiliki banyak dana, dia baru membayar belakangan. Seragam yang terdiri atas celana, baju, dan topi ini harganya Rp2 juta.

“Saya harus utang teman, wong saya tidak punya duit,” ucapnya.


Baca Juga : 6 Fakta Terbaru Keraton Agung Sejagat yang Menghebohkan

Sekadar diketahui, Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat, yaitu Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41) resmi ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena telah membuat onar dan melakukan penipuan.

Kedua pelaku diduga melakukan pelanggaran terhadap Pasal 14 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.


Baca Juga : Cerita Pengikut Keraton Agung Sejagat, Dijanjikan Gaji Besar tapi Malah Nombok

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini