nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gubernur Jatim Khofifah Buka Suara soal Pengobatan Ningsih Tinampi

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 11:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 17 519 2154188 gubernur-jatim-khofifah-buka-suara-soal-pengobatan-ningsih-tinampi-l6Z5wjOXgI.jpg Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa buka suara soal pengobatan alternatif Ningsih Tinampi yang terletak di Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur. Pengobatan yang dilakukan Ningsih viral di media sosial lantaran pasiennya membludak dari berbagai daerah.

Khofifah mengatakan, dirinya telah memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Jawa Timur untuk memonitor pengobatan yang dilakukan oleh Ningsih Tinampi. Monitoring dilakukan untuk memastikan pengobatan tidak destruktif. Ia pun mengatakan sejauh ini belum menemukan sesuatu yang janggal dari pengobatan Ningsih.

"Sejauh info yang sampai ke saya, tidak ada sesuatu yang menjadikan destruktif. Jadi kalau misalkan ada zat-zat kimia tertentu pasien ditidurkan, dikasih air, bagaimana memastikan airnya tetap air yang sehat," kata Khofifah di Gedung Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020).

Baca Juga: Video Viral Pengobatan Bude Ningsih Tinampi Sudah Ditonton 10 Juta Kali 

Khofifah mengatakan, dirinya sudah mengoordinasikan potensi masyarakat Jawa Timur terkait pengobatan alternatif. Koordinasi itu dilakukan dengan Universitas Airlangga (Unair) yang telah memiliki program studi pengobatan tradisional.

Pengobatan alternatif Bude Ningsih Tinampi. (Foto: Youtube Ningsih Tinampi)	 

Selain itu, kata dia, Pemprov Jatim juga sudah berkoordinasi dengan RSUD Dr Soetomo terkait pengobatan tradisional tersebut. Nantinya, pengobatan alternatif akan dikoordinasikan supaya terhindar dari malpraktik atau sesuatu yang destruktif.

"Ini bersama Rektor Unair dan Dinas Kesehatan dan Direktur RS Dr Soetomo sudah secara khusus membahas itu. Mungkin satu-satunya fakultas kedokteran di Indonesia yang punya jurusan pengobatan tradisional di Unair," jelas Khofifah.

"Jadi sebetulnya tetap harus diikuti oleh norma-norma layanan kesehatan yang menghindarikan kemungkinan malpraktik," sambungnya. 

Khofifah sudah meminta Dinkes Pemprov Jatim untuk memonitor pengobatan alternatif Ningsih Tinampi. Sejauh ini, ia tidak menemukan hal yang destruktif dari pengobatan yang diminati pasien tersebut.

"Saya meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan monitoring jangan ada sesuatu yang akhirnya destruktif. Tidak sekadar itu, saya juga menyambungkan dengan Rektor Unair dan Dirut RS Dr Soetomo untuk mencari opsi bagaimana ruang-ruang pengobatan seperti ini termonitor, terkontrol, sehingga terhindar dari penggunaan malpraktik," tuturnya.

Sekadar informasi, Ningsih Tinampi kerap mengupload video pengobatan alternatifnya di platform media sosial YouTube. Tak ayal, videonya telah ditonton oleh banyak pemirsa di dunia maya.

Metode pengobatan Ningsih Tinampi menuai kontroversi lantaran menggunakan kekuatan supranatural. Pasien yang disembuhkannya pun beragam, mulai dari terkena santet, dan lain sebagainya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini