Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kenapa Pohon Akasia di Jember Bisa 'Menangis'? Ini Penjelasan Secara Ilmiah

Avirista Midaada , Jurnalis-Minggu, 19 Januari 2020 |09:46 WIB
Kenapa Pohon Akasia di Jember Bisa 'Menangis'? Ini Penjelasan Secara Ilmiah
Pohon akasia di Krajan, Mojosari, Jember (iNews)
A
A
A

JEMBER – Fenomena pohon akasia mengeluarkan suara seperti perempuan menangis di Dusun Krajan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah.

Dosen Biologi dari Universitas Jember, Wachyu Subhan mengatakan dalam ilmiah 'tangisan' pohon itu sesuatu yang wajar. Hal ini terjadi lantaran pohon tengah menjaga proses metabolismenya. Terlebih ketika peralihan musim dari kering ke hujan sehingga terjadi resapan air ke batang.

"Sekarang dari musim kering ke hujan, jadi secara alami, pasti ada materi-materi yang masuk ke dalam batang. Tekanan yang ada di luar dan dalam batang juga akan mengalami perbedaan. Dari sinilah tumbuhan akan melakukan stabilisasi terhadap tekanan secara alami," kata Wachyu, Minggu (19/1/2020).Ilustrasi

Selanjutnya proses stabilisasi ini yang disebut sekresi betabolik dalam ilmu biologi. Artinya ketika tekanan besar, maka proses sekresi bisa mengeluarkan dengung.

Baca juga: Pohon Akasia Menangis seperti Suara Perempuan Gegerkan Warga Jember

"Ketika tumbuhan mengabsorb makanan yang banyak terjadi kelebihan dan muncul tekanan dari dalam ke luar. Bentuk pengeluarannya ada beberapa macam. Kalau dalam bentuk air stomata, itu akan muncul namanya gutasi. Jadi air netes, kalau kita di bawah pohon kesannya seperti hujan padahal tidak," terangnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement