nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenapa Pohon Akasia di Jember Bisa 'Menangis'? Ini Penjelasan Secara Ilmiah

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 19 Januari 2020 09:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 19 519 2154985 kenapa-pohon-akasia-di-jember-bisa-menangis-ini-penjelasan-secara-ilmiah-XhwfjUS23V.JPG Pohon akasia di Krajan, Mojosari, Jember (iNews)

JEMBER – Fenomena pohon akasia mengeluarkan suara seperti perempuan menangis di Dusun Krajan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah.

Dosen Biologi dari Universitas Jember, Wachyu Subhan mengatakan dalam ilmiah 'tangisan' pohon itu sesuatu yang wajar. Hal ini terjadi lantaran pohon tengah menjaga proses metabolismenya. Terlebih ketika peralihan musim dari kering ke hujan sehingga terjadi resapan air ke batang.

"Sekarang dari musim kering ke hujan, jadi secara alami, pasti ada materi-materi yang masuk ke dalam batang. Tekanan yang ada di luar dan dalam batang juga akan mengalami perbedaan. Dari sinilah tumbuhan akan melakukan stabilisasi terhadap tekanan secara alami," kata Wachyu, Minggu (19/1/2020).Ilustrasi

Selanjutnya proses stabilisasi ini yang disebut sekresi betabolik dalam ilmu biologi. Artinya ketika tekanan besar, maka proses sekresi bisa mengeluarkan dengung.

Baca juga: Pohon Akasia Menangis seperti Suara Perempuan Gegerkan Warga Jember

"Ketika tumbuhan mengabsorb makanan yang banyak terjadi kelebihan dan muncul tekanan dari dalam ke luar. Bentuk pengeluarannya ada beberapa macam. Kalau dalam bentuk air stomata, itu akan muncul namanya gutasi. Jadi air netes, kalau kita di bawah pohon kesannya seperti hujan padahal tidak," terangnya.

Imbas lainnya, menurut dia, yakni keluarnya suara, di mana suara ini karena ada tekanan dari dalam ke luar, yang keluar bahan-bahan sekresi. Bahan-bahan ini bisa keluar melalui lubang kecil yang ada di batang pohon.

"Dari situ karena tekanan besar akan muncul suara terimpit kesannya seperti suara orang menangis," tutur Wahyu.

Jadi besar kecilnya suara dengungan seperti tangisan ini bergantung pada besar kecilnya pori yang ada di batang pohon. Di saat tekanan di dalam besar sementara porinya kecil, maka suara yang muncul juga besar.

"Ini yang mungkin diasumsikan seperti orang menangis," lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, pohon akasia setinggi 20 meter dengan diameter 50 sentimeter di Dusun Krajan, Desa Mojosari menghebohkan warga. Pohon itu mengeluarkan suara mirip tangisan. Suara itu terdengar jelas saat orang menempelkan telinga di batang pohon.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini