nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta Pelajar Membunuh Pelaku Begal di Malang

Debrinata Rizky, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 23:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 22 519 2156906 fakta-fakta-pelajar-membunuh-pelaku-begal-di-malang-k8u1D03onp.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - ZA (17) seorang pelajar SMA di Malang sempat diancam hukuman seumur hidup, setelah membunuh pelaku begal yang hendak memperkosa kekasihnya hingga mencoba merampas sepeda motornya dan handphonenya.

Sehari setelah kejadian tersebut, polisi mengamankan ZA dan menetapkannya menjadi tersangka atas dugaan penganiyaan hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Berikut Okezone paparkan fakta selengkapnya:

1. Kronologi ZA membunuh pelaku Begal

Awalnya ZA (17) berboncengan dengan kekasihnya menggunakan sepeda motor di sekitar kebun tebu Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang pada Minggu 8 September 2019 malam.

 Baca juga: Kuasa Hukum Sebut Pelajar Pembunuh Begal Harus Bebas dari Tuntutan Hukum

Kemudian muncul empat orang pria yang menghentikan laju motor ZA, dua orang begal mendekati ZA dan dua orang lainnya mengawasi suasana sekitar. Keempat begal meminta handphone dan sepeda motor ZA, tak hanya itu begal tersebut juga hendak memperkosa kekasihnya.

ZA pun membela diri dengan mengeluarkan pisau yang telah ia gunakan untuk praktik di sekolah dari dalam jok motornya. Kemudian ZA, menusukkan pisau ke dada salah satu begal bernama Misnan hingga tewas.

2. 1 Orang Begal Tewas dan 3 Lainnya Kabur

Melihat rekannya tewas, ketiga pelaku lainnya melarikan diri dan meninggalkan jasad Misnan di lokasi kejadian. Keesokkan harinya jasad Misnan ditemukan warga pada Senin 9 September 2019 siang.

 Baca juga: Curhatan Pelajar Pembunuh Begal, UN Terganggu hingga Cita-Cita Lanjutkan Pendidikan

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, Misnan tewas karena tusukan pisau yang ZA lakukan. Tak Lama ZA statsusnya dinaikkan sebagai tersangka.

"Sesuai undang-undang kalau ada yang dibunuh pasti ditetapkan tersangka, cuma tidak kami tahan. Istilahnya dalam KUHP itu seseorang melakukan pembelaan diri, harkat atau orang lain maka statusnya overmacht," ujar Kasat Reskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda saat ditemui Okezone, Selasa (11/9/2019).

3. ZA Terancam Hukuman Seumur Hidup

Sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen dilakukan sejak Selasa 14 Januari 2020,ZA datang dengan mengenakan seragam putih abu-abu, dan didampingi lima orang kuasa hukumnya memasuki ruang Sidang Tirta Anak PN Kepanjen.

Berselang dua jam kemudian, koordinator kuasa hukum ZA, Bhakti Riza Hidayat menyebut bila kliennya didakwa dengan Pasal 340 KUHP mengenai pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Selain dua pasal tadi, Bhakti mengatakan, jika kliennya didakwa dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 mengenai kepemilikan senjata tajam tanpa izin.

4. Hukuman Seumur Hidup Dibantah oleh Jaksa

 

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang memastikan tidak ada tuntutan hukuman seumur hidup terhadap pelajar SMK asal Malang tersebut.

"Mengacu pada aturan yang berlaku pada peradilan anak-anak, saya luruskan bahwa dakwaan seumur hidup terhadap ZA dipastikan tidak ada," ujar Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kabupaten Malang, Sobrani Binzar.

Sobrani hanya menyatakan, bahwa keempat pasal yang disangkakan kepada ZA tidak seluruhnya diakumulasikan. Maka setengah hukuman yang kemungkinan dijatuhkan kepada ZA akan berlaku jika yang bersangkutan terbukti bersalah di persidangan.

 

5. Jaksa Menuntut ZA dengan Pembinaan 1 Tahun

 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pelajar berinisial ZA, yang membunuh begal, dengan pembinaan selama satu tahun di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam di Malang.

Jaksa Kristiawan mengatakan, ZA terbukti bersalah menyebabkan kematian Misnan, dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Selasa 21 Januari 2020.

Koordinator Tim Kuasa Hukum ZA, Bhakti Reza Hidayat menyatakan bersyukur Pasal 340 mengenai Pembunuhan Berencana dan Pasal 338 tentang Pembunuhan tak terbukti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini