Salbi, Pemimpin Baru ISIS yang Dijuluki Profesor

Rachmat Fahzry, Okezone · Kamis 23 Januari 2020 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 23 18 2157109 salbi-pemimpin-baru-isis-yang-dijuluki-profesor-zykQA6fPuI.JPG Amir Mohammad Abdul Rahman Al Mawli Al Salbi. (Foto/The Sun)

PEMIMPIN baru kelompok teror negara Islam atau IS (dulu ISIS) telah terungkap bernama Amir Mohammed Abdul Rahman al-Mawli al-Salbi, seorang ekstremis Irak yang dijuluki “Profesor”.

Laporan The Guardian mengutip dua dinas intelijen mengatakan, Salbi mengambil kendali setelah pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS).

Foto/Reuters

Salbi merupakan seorang sarjana yang terkenal kejam, jago membentuk kelompok teror dan tokoh yang utama perbudakan budak seks etnis Yazidi.

Tahun lalu, ia disebut bernama Abdullah Qardash, namun para pejabat Irak sekarang percaya bahwa orang tersebut adalah pria berbeda dan telah meninggal dua tahun lalu, kata laporan Guardian.

Baca juga: Turki Tangkap Kakak Perempuan Mantan Pemimpin ISIS Abu Bakr al Baghdadi

Baca juga: Celana Dalam Jadi Kunci Pengungkapan Identitas Pemimpin ISIS Abu Bakr al Baghdadi

Dijuluki "Profesor" dan "Penghancur", Salbi dilaporkan menjalankan tugas harian ISIS setelah Baghdadi tewas bunuh diri menggunakan bom rompi akibat terdesak oleh serangan AS pada Oktober 2019 di Suriah.

Foto/Reuters

Laporan lain menyebut Saldi telah memimpin ISIS pada Juli atau Agustus karena kesehatan Baghdadi menurun akibat terluka dalam serangan udara. 

Sarjana

Salbi adalah mantan perwira di dalam pasukan diktator Irak, Saddam Hussein, dan dilaporkan pembuat kebijakan garis keras yang telah mengawasi operasi ISIS di seluruh dunia.

Ia lahir dari keluarga Turkmenistan di kota Tal Afar, Irak. Salbi merupakan sarjana hukum syariah dari Universitas Mosul.

Sebagai ketua legislatif kelompok ISIS, ia tokoh utama yang menggagas agar homoseksual dilemparkan dari atap dan perempuan yang dituduh selingkuh dilempari batu, demikian dilaporkan. 

Saldi kenal dan dekat dengan Baghdadi, ketika mereka berdua dipenjara di Basra oleh pasukan AS karena keduanya terkait al-Qaeda pada 2003. 

Di penjara Irak itulah Baghdadi menjadi jihadis yang mengubah ratusan tahanan untuk mengikuti visinya yang kejam. Salbi, yang usianya tidak diketahui, diyakini telah bekerja bersama Baghdadi sejak saat itu.

Dia juga merupakan orang kepercayaan Abu Alaa al-Afri, wakil Baghdadi sebelumnya, yang tewas dalam serangan senjata helikopter AS pada 2016. 

Sejak jatuhnya Baghuz, benteng kota terakhir ISIS di bulan Maret 2019, perlawan kelompok ini telah berkurang di seluruh Irak dan Suriah.

Sebelum berita pengangkatannya dikonfirmasi, Departemen Luar Negeri AS menghargai kepala Salbi sebesar USD5 juta (sekira Rp68 miliar).

Peran Saldi sebagai pemimpin berusaha untuk mengkonsolidasikan rezim ISIS baru yang didominasi pemuda. Pada tahun lalu terjadi peningkatan serangan oleh kelompok ISIS di Irak tengah dan utara.

ISIS mengklaim telah melakukan 106 serangan antara 20-26 Desember 2019 untuk membalas kematian Baghdadi dan kepala propaganda ISIS, Abu Hassan al-Muhajir. 

Lokasi pasti Salbi tidak diketahui meskipun saudara lelakinya, Adel Salbi, adalah seorang politisi Front Turkmenistan Irak. 

Salbi dilaporkan terus berhubungan dengan saudaranya sampai dia diangkat menjadi bos baru ISIS. 

Para pejabat intelijen menduga Salbi bersembunyi di provinsi Idlib di barat laut Suriah, seperti Baghdadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini