Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerintah Ingin Cegah Stunting Lewat Edukasi Risiko Pernikahan Usia Dini

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Kamis, 23 Januari 2020 |15:38 WIB
Pemerintah Ingin Cegah <i>Stunting</i> Lewat Edukasi Risiko Pernikahan Usia Dini
Presiden Jokowi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah ingin mencegah stunting dengan memberikan edukasi bahaya resiko pernikahan usia dini kepada masyarakat guna membentuk generasi muda dan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul.

Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

Salah satu penyebab tingginya risiko terjadinya stunting adalah pernikahan usia dini lantaran pemahaman mengenai asupan gizi bayi yang belum luas.

"Risiko dari kurangnya pengetahuan tentang pernikahan usia dini adalah kematian ibu dan bayinya, hal itu terjadi karena sang ibu belum siap mengalami proses kehamilan dan melahirkan," ujar Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/1/2020).

"Pernikahan di usia yang masih muda juga menyebabkan orang tua belum memiliki bekal yang cukup untuk pola dan pengasukan anak dan generasi selanjutnya, ini menyebabkan semakin tingginya anak mengalami stunting," sambungnya.

jokowi

Baca Juga: Jokowi Minta Prabowo Susun Rencana Strategis Kesejahteraan Prajurit

Menurut dia, belum matangnya usia juga berpotensi menimbukan konflik yang berujung pada tindak kekerasan dalam keluarga yang berpotensi menciptakan perceraian dan kemiskinan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement