Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dekat Pasar Tomohon, Masyarakat Sulut Diminta Jangan Panik Terkait Virus Korona

Subhan Sabu , Jurnalis-Jum'at, 24 Januari 2020 |16:15 WIB
Dekat Pasar Tomohon, Masyarakat Sulut Diminta Jangan Panik Terkait Virus Korona
Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut (foto: Okezone/Subhan Sabu)
A
A
A

MANADO - Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dr Debbie Kalalo mengimbau agar masyarakat tak panik akan isu Virus Korona. Meskipun di Tomohon, Sulut ada pasar yang menjual hewan-hewan ekstrem seperti di Wuhan, China.

Menurut dr Debbie, penyakit ini memiliki tingkat risiko kematian yang rendah. Untuk itu, dirinya meminta agar masyarakat mendengarkan nasehat dari sumber terpercaya. Bila didapati adanya berita meresahkan, segera menghubungi Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Kota.

"Masyarakat diimbau tetap waspada terutama bila mengalami gejala demam, batuk, disertai kesulitan bernafas, segera mencari pertolongan ke pelayanan kesehatan IRS terdekat,” ujar dr Debbie, Jumat (24/1/2020).

Baca Juga: Virus Korona Muncul dari Konsumsi Hewan Liar, Pasar Tomohon dalam Pengawasan 

Pasar Tomohon

Dia meminta agar masyarakat melakukan Health Advice, yakni dengan menjaga kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata serta setelah memegang instalasi publik. Mencuci tangan dengan air dan sabun cair serta bilas setidaknya 20 detik. Cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai.

"Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, dapat menggunakan alkohol 70-80 persen handrub. Kemudian, menutup mulut dan hidung dengan tissue ketika bersin atau batuk. Dan ketika memiliki gejala gangguan saluran napas, gunakan masker dan berobat ke fasilitas Iayanan kesehatan,” kata dr. Debbie.

Meski Provinsi Sulawesi Utara memiliki kerentanan yang cukup tinggi terpapar virus korona, belum ada laporan ataupun deteksi adanya kasus pneumonia berat.

“Mengingat bahwa Provinsi Sulawesi Utara memiliki kerentanan terkait perkembangan penyakit ini, maka Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara bekerjasama dengan stakeholder terkait telah mengupayakan Iangkah-Iangkah antisipatif,” urai dia.

Sebelumnya diberitakan, Kota Wuhan, China merupakan pusat wabah virus korona yang telah membuat 25 orang meninggal. Pihak berwenang China percaya bahwa virus korona berasal dari hewan liar yang dijual Pasar Makanan Laut Huanan, Wuhan.

Pasar makanan di Wuhan, China menjual koala hidup, ular, tikus dan anak anjing serta serigala kepada penduduk setempat untuk dimakan.

Sementara di Sulawesi Utara sendiri tepatnya di Kota Tomohon juga memiliki pasar ekstrem mirip dengan pasar di Wuhan yang menjual daging hewan anjing, kucing, babi, kelelawar, babi hutan, tikus hutan ekor putih, ular piton, kus-kus, bahkan daging hewan yang terancam punah pun ada di sini, seperti Yaki atau Monyet hitam Sulawesi (Macaca Nigra).

Baca Juga: Pasar di Wuhan, Kota Pusat Virus Korona Jual Ular, Tikus hingga Serigala 

Mengantisipasi akan masuknya virus korona, Dinas Kesehatan Kota Tomohon terus melakukan sosialisasi dan imbauan ke puskesmas-puskesmas dan rumah sakit.

Imbauan itu menyebutkan bahwa pedagang dan pembeli di Pasar Tomohon harus menjaga kebersihan serta ikut mengawasi turis China yang datang.

"Jadi kalau ada yang sakit secepatnya disampaikan," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tomohon dr. Maria Sugiarto.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement