nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jateng Siapkan 10 Rumah Sakit Antisipasi Penyebaran Virus Korona, Ini Daftarnya

Sabtu 25 Januari 2020 14:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 25 512 2158175 jateng-siapkan-10-rumah-sakit-antisipasi-penyebaran-virus-korona-ini-daftarnya-QfEN3ScXmA.jpg Petugas memindai suhu tubuh penumpang pesawat dari luar negeri sebagai pencegahan masuknya virus korona. (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

SEMARANG – Sebanyak 10 rumah sakit di Jawa Tengah (Jateng) telah menyiapkan ruang isolasi untuk mengantisipasi penyebaran virus korona. Rumah sakit itu tersebar di sejumlah wilayah seperti Kota Semarang, Pekalongan, Magelang, hingga Klaten.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, pihaknya mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus korona dari Wuhan, China. Terlebih, kabarnya penyebaran virus tersebut telah mewabah di sejumlah negara.

“Pola kewaspadaannya hampir mirip seperti saat MERS merebak di seluruh dunia. Kita sekarang sudah menyiapkan tempat khusus bagi pasien yang positif terjangkit virus korona. Ada 10 rumah sakit yang kita minta jadi tempat rujukan,” ujar Yulianto kepada wartawan di Kantor Dinkes Jateng, Kota Semarang, sebagaimana diberitakan Solopos.com, Jumat (24/1/2020).

Ke-10 rumah sakit itu yakni RSUP Dr. Kariadi Semarang, RSUD Dr. Moewardi Solo, RSUD Tidar Magelang, RSUD Kraton Pekalongan, RSUD Dr. Margono, RSUD Kardinah, dan beberapa rumah sakit di Klaten.

Deteksi Virus Korona dengan Alat Pemindai Suhu Tubuh

Pihak rumah sakit, lanjut Yulianto, akan langsung bergerak cepat bila ada laporan ditemukannya warga yang terindikasi mengidap virus korona. Menurutnya, virus korona rentan menyerang segala usia dari balita hingga usia lanjut.

Ia pun meminta pihak bandara dan pelabuhan untuk memperketat pengawasan para penumpang kapal dan pesawat yang datang dari luar negeri, terutama China.

“Ini hubungannya dengan orang-orang yang berpergian dari Tiongkok, terutama Kota Wuhan. Maka, pengawasan pintu masuk, baik di bandara maupun pelabuhan harus diperketat,” katanya.

Yulianto mengaku saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola Bandara Ahmad Yani, Bandara Adisoemarmo, pelabuhan di Cilacap dan Tanjung Emas Semarang. Pola pengawasannya dilakukan berlapis.

“Pencegahannya berlapis. Kita juga lakukan deteksi dini. Tiap rumah sakit rujukan juga disiapkan ruang isolasi. Kita tingkatkan kewaspadaan,” ujar Yulianto.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini