Masyarakat Diminta Tak Panik dengan Penyebaran Virus Korona

CDB Yudistira, Okezone · Sabtu 25 Januari 2020 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 25 525 2158242 masyarakat-diminta-tak-panik-dengan-penyebaran-virus-korona-z1c2ieLzmr.jpg Petugas memindai suhu tubuh penumpang pesawat dari luar negeri sebagai pencegahan masuknya virus korona. (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

BANDUNG – Publik digegerkan dengan penyebaran virus korona. Virus dengan gejala demam, batuk dan sesak napas itu pertama kali ditemukan di Wuhan, China, dan menyebar ke berbagai negara. Masyarakat Indonesia diminta tetap waspada dan hati-hati.

Pemerintah Indonesia sendiri sudah menerapkan scanning suhu tubuh di setiap pintu masuk di bandara. Rumah sakit di daerah juga sudah disiagakan dengan cara menyiapkan ruang isolasi sebagai antisipasi serangan virus ini.

Sementara Dinas Kesehatan Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk mewaspadai virus tersebut. Namun, warga diminta untuk tidak panik dan cemas berlebihan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung Rosye Arisdiani Apip, meminta warga yang baru pulang dari Wuhan dan mengalami demam untuk segera memeriksakan diri di fasilitas kesehatan terdekat. Ia harus menceritakan kepada petugas tentang riwayat perjalanannya.

Penanganan pasien terkena virus korona di Wuhan, China. (Foto: Reuters)

Penanganan pasien terkena virus korona di Wuhan, China. (Foto: Reuters)

“Terapkan etika batuk, yaitu dengan menutup hidung dan mulut saat bersin atau batuk dengan menggunakan sapu tangan atau tisu. Gunakan masker kalau menderita sakit dengan gejala infeksi saluran napas, dan cuci tangan setelah batuh atau bersin,” imbuhnya.

Rosye juga meminta warga agar hidup lebih bersih dan sehat. Cara termudah adalah dengan mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun. Setelah itu, bilas kurang lebih 20 detik. Jika tidak tersedia air, dapat menggunakan cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol 70-80%.

“Kita juga harus menjaga lingkungan agar bebas dari sampah, menggunakan sumber air bersih untuk kebutuhan aktivitas keseharian,” katanya.

Selain itu, pendeteksian dini terhadap penyebaran virus korona di Kota Bandung sudah dilakukan, salah satunya dengan pemasangan pendeteksi suhu tubuh di Bandara Husein Sastranegara, sebagai pintu masuk ke Kota Bandung dari penerbangan internasional.

“Di Bandara Husein Sastranegara sudah ada thermal sensor untuk mendeteksi peningkatan suhu pada penumpang internasional yang masuk ke Kota Bandung,” ucap Rosye.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini