Diduga Terinfeksi Virus Korona, Seorang Turis Asal China Diawasi Secara Ketat

Chanry Andrew S, iNews.id · Selasa 28 Januari 2020 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 28 340 2159524 diduga-terinfeksi-virus-korona-seorang-turis-asal-china-diawasi-secara-ketat-hBbcYgP94H.jpg Ilustrasi (stutterstock)

SORONG – Turis asal China berinisiap YP (39) yang diduga terinfeksi virus korona dan masih dalam perawatan intensif di ruangan isolasi RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong, sejak 25 januari 2020, kini dalam pengawasan secara ketat.

Diketahui sebelumnya YP datang dari Kota Kunming, China, dan pernah bekerja di Kota Hunnan selama tujuh hari. Selanjutnya pada 20 Januari 2020, ia menuju Hongkong.

Kemudian dari Hongkong, YP melanjutkan penerbangan bersama 19 temannya ke Jakarta. Mereka tiba di Ibu Kota pada 21 Januari 2020.

Selanjutnya dari Jakarta mereka melakukan tour wisata ke Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, melalui Bandara Dominic Eduard Osok, Kota Sorong. Mereka tiba di sana pada tanggal 22 Januari lalu.

Untuk melakukan penanganan terhadap YP, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat serta tim dokter dari RS Sele Be Solu kota Sorong terus melakukan penanganan, dan juga koordinasi dengan pihak terkait.

“Kami terus melakukan penanganan secara khusus terhadap yang bersangkutan, selain itu sejak tadi malam, kami terus melakukan kordinasi dengan Komli di Jakarta. Memang dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan dua hal, yakni YP tidak ada riwayat kontak dan pasien, juga tidak mengalami sesak napas, namun pihak Komli (komisi ahli) menetapkan YP berstatus pengawasan,” ujar Kabid Pengendalian dan pencegahan penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dr. Normawati.

(Baca Juga: Suspect Virus Korona, Wisatawan China Diisolasi di Kota Sorong)

Menurutnya, saat dilakukan pemeriksaan awal di RS Pertamina Sorong pada 25 Januari 2020, suhu tubuh YP terdeteksi demam 28, 5 derajat celcius. Saat diperiksa berat badannya 120 Kilogram atau sedang obesitas.

Dengan alasan ketiadaan ruangan isolasi, YP kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Sele Be Solu, dan saat ini berada di dalam ruangan khusus serta dalam pengawasan khusus tim dokter.

“Pasien juga setelah dilakukan pemeriksaan awal, ditemukan mengalami obesitas dengan berat badan 120 kilogram. Komisi Ahli akhirnya memberikan kriteria dalam pengawasan. YP seharusnya masuk isolasi rumah namun dengan berbagai pertimbangan, maka diputuskan diisolasi di rumah sakit,” terang dr.Normawati.

“Kita juga melakukan pemeriksaan suhu badan kepada 19 rekan YP yang juga merupakan wisatawan yang hendak melakukan trip ke Raja Ampat, rekan-rekan YP dari hasil pemeriksaan semuanya normal,” pungkas dr. Normawati.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini