Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wabah Virus Korona, WNI di Wuhan Minta Segera Dievakuasi

Wabah Virus Korona, WNI di Wuhan Minta Segera Dievakuasi
Ilustrasi antisipasi virus korona. (Foto: Dok Okezone/Heru Haryono)
A
A
A

Selain itu, Khoirul mengatakan telah mendapat bantuan uang tunai dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di China sekira Rp500 ribu untuk memenuhi kebutuhan hidup satu minggu ke depan.

"Teman-teman mengirit-irit, untuk beli roti, dan lainnya, dan cukup. Tapi sebenarnya untuk gizi masih kurang. Kalau imun lemah, makanan tidak terjaga, potensi besar terjangkit virus ini," katanya.

"Kita mau tidak mau, (kalau) mau makan sekarang harus ke pasar dan masak sendiri karena kantin masih tutup. Di pasar kita pasti berinteraksi dengan orang lokal."

Khoirul mengatakan terdapat 37 WNI yang belajar di Huazhong University Science and Technology. Dari jumlah tersebut, terdapat 12 orang yang terkurung di Wuhan.

Ia mengatakan, KBRI juga sudah mengirimkan masker untuk WNI di Wuhan, namun hingga kini mereka belum menerima masker tersebut.

Mahasiswa lainnya, Yuliannova Chaniago, juga meminta agar seluruh WNI di Wuhan segera dievakuasi.

"Kami disuruh (KBRI) melakukan tindakan pencegahan agar tidak terserang virus, tapi bagaimana kami memastikan tidak terserang virus jika kami sendiri ada di sarang virus itu?" ucapnya kepada BBC News Indonesia.

Yuli saat ini sedang menjalani pendidikan doktoral dalam bidang Hubungan Internasional di Central China Normal University di Kota Wuhan.

Ia mengungkapkan, dirinya dan sekira 101 WNI lain di Kota Wuhan telah menerima bantuan dana dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk kebutuhan logistik.

(Hantoro)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement