MENTERI Luar Negeri Republik Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan opsi evakuasi WNI di Wuhan terbuka. Saat ini Kemlu sedang membahas dengan Pemerintah China terkait langkah tersebut.
"Status lock down. Status ini juga harus kita bahas dengan otoritas Tiongkok (China). Kemarin saya bicara dengan Menlu Australia yang juga sedang menyiapkan (evakuasi). Jadi sekali lagi opsi itu terbuka. Kita persiapkan semuannya," kata Retno, seperti dikutip dari BBC News Indonesia, Jumat (31/1/2020).
Baca juga: Korban Meninggal Virus Korona Terus Bertambah Jadi 213 Orang, 9.692 Terinfeksi
Senada dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhajir Effendy mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan seluruh fasilitas untuk menunjang proses evakuasi WNI di Wuhan.
"Evakuasi itu sudah ada prosedurnya, jadi 14 hari sebelum berangkat masuk karantina, dan nanti 14 hari setelah kembali masuk karantina. Sudah ada tempat kita siapkan," kata Muhajir.
"Bahkan sekarang Kementerian Kesehatan sudah siapkan beberapa rumah sakit yang dulu untuk flu burung, sekarang sudah dimodifikasi untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian ini terjadi."
Baca juga: WHO Menyatakan Darurat Kesehatan Global Terkait Virus Korona
TNI AU Siapkan Tiga Pesawat untuk Evakuasi
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama Fajar Adriyanto mengatakan pihaknya telah menyiapkan tiga pesawat untuk mengangkut WNI di Wuhan dan sekitarnya. Pesawat yang dikerahkan adalah dua pesawat Boeing 737 dan satu pesawat C130 Hercules.
Selain itu, kata Fajar, TNI juga sudah menyiapkan personel dari Batalion Kesehatan untuk membantu jika evakuasi terlaksana.
Baca juga: Penjualan Kelelawar di Palangkaraya Anjlok Drastis Dampak Virus Korona
"Kita (TNI AU) sudah siap. Kita (masih) menunggu Kemlu bisa tembus ke Pemerintah China agar bisa release berangkat ke sana. Yang jelas TNI AU sudah siap 24 jam," jelasnya.
Fajar melanjutkan, jika evakuasi terjadi, pesawat tersebut akan mendarat di Landasan Udara Halim Perdanakusuma.
Kemudian, katanya, WNI dan awak kapal akan menjalani proses karantina sekira 28 hari di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta.
"Nanti begitu kembali akan di karantina dulu, masuk karantina, jadi tidak langsung turun langsung bebas, tapi dikarantina dulu. Itu yang kita siapkan," terangnya.
Baca juga: Wabah Virus Korona, WNI di Wuhan Minta Segera Dievakuasi
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.