Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerintah Gelontorkan Rp133 Juta Cukupi Logistik WNI di China

Fahreza Rizky , Jurnalis-Jum'at, 31 Januari 2020 |13:33 WIB
Pemerintah Gelontorkan Rp133 Juta Cukupi Logistik WNI di China
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp133,2 juta untuk mencukupi kebutuhan logistik warga negara Indonesia (WNI) yang terisolasi di daerah terdampak virus korona, di Provinsi Hubei, China.

Jumlah WNI yang tersebar di Provinsi Hubei sebanyak 243 orang. Sedangkan di Kota Wuhan sebanyak 93 orang yang didominasi kalangan mahasiswa.

Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman mengatakan, penggelontoran dana untuk WNI di Cina dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Uang tersebut disalurkan ke sembilan koordinator Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT).

Baca Juga: Mahasiswa Indonesia Ceritakan Bagaimana Virus Korona Menyebar Cepat di China

"Pemerintah sudah mengalokasikan dana Rp133,2 juta untuk logistik WNI di Hubei agar dimanfaatkan mahasiswa membeli makanan dan kebutuhan sehari-hari karena dalam kondisi karantina," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2020).

"Dan uang Rp133,2 juta tersebut diberikan kepada sembilan koordinator PPI Tiongkok dan menyalurkannya kepada 243 WNI di provinsi Hubei," imbuh Fadjroel.

Mantan aktivis '98 ini memastikan dana tersebut sudah tersalurkan untuk WNI yang terisolasi di Negeri Tirai Bambu. Sejurus dengan itu, pemerintah juga telah mengirimkan masker N95 ke Hubei dan Wuhan.

"Sekaligus juga Kemenlu dan BNPB mengirimkan masker N95 yang ditujukan ke Hubei dan Wuhan," tutup Fadjroel.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement