BENGKULU – Sinta Destiana Putri, mahasiswi asal Provinsi Bengkulu terjebak di Kota Wuhan, China yang menjadi pusat penyebaran virus korona. Data terkini, korban tewas akibat virus ini mencapai 213 dan 9.692 orang terinfeksi.
Mahasiswi semester II di Beijing Foreign Studies University, Kota Beijing, China itu sudah dua minggu terjebak di Wuhan, terhitung sejak Jumat 17 Januari 2020. Kedatangannya ke Wuhan untuk liburan sekaligus menemui rekan baiknya di sana. Jarak tempuh dari Beijing menuju Wuhan cukup jauh, yakni 5 jam perjalanan menggunakan kereta cepat.
''Awalnya itu, saya berrencana pergi ke Wuhan untuk menemui teman baik saya, dan menginap selama beberapa hari saja. Namun, baru tiga hari di Wuhan, pemerintah menyarankan agar tidak keluar rumah,'' kata Sinta saat dihubungi Okezone, Jumat (31/1/2020).
Saat ini Sinta tinggal di asrama Central China Normal University (CCNU), Wuhan, China, bersama 20 mahasiswa/i asal Indonesia. ''Kondisi asrama aman, anak-anak Indonesia di sini (asrama CCNU) juga sehat semua, Alhamdulillah,'' jelas Sinta.

Stok makanan di asrama CCNI juga masih aman. Sinta bersama rekan-rekannya sudah mempersiapkan logistik untuk satu minggu ke depan. Terlebih, kata perempuan kelahiran Bengkulu, 16 Desember 2000 ini, beberapa toko di sekitar asrama masih buka.
Baca juga: Korban Meninggal Virus Korona Terus Bertambah Jadi 213 Orang, 9.692 Terinfeksi