Siswi MI Korban Dugaan Bullying di Tasikmalaya Meninggal Dunia

Sabtu 01 Februari 2020 10:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 01 525 2161644 siswi-mi-korban-dugaan-bullying-di-tasikmalaya-meninggal-dunia-UXlZj7bP2n.jpg Siswi MI yang Diduga Jadi Korban Bullying di Tasikmalaya, Jawa Barat, Meninggal Dunia (foto: iNews/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA - Setelah menjalani perawatan selama dua pekan lebih di RSUD SMC Tasikmalaya, NA (11) siswi madrasah ibtidaiyah (MI) yang diduga menjadi korban perundungan (bullying) di Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat meninggal dunia pada Kamis 30 Januari 2020.

Korban mengembuskan napas terakhirnya setelah mengalami depresi diduga akibat di-bully dan sakit meningitis yang dideritanya hingga mengakibatkan terjadinya gagal napas.

Baca Juga: Siswa SMP Pekanbaru Di-Bully dan Dianiaya Teman hingga Hidungnya Patah 

Naila diduga merupakan korban perundungan teman-temannya di sekolah hingga akhirnya korban mengalami depresi dan menjalani perawatan di rumah sakit sejak pertengahan Januari 2020 lalu.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengatakan, berdasarkan keterangan dari pihak RSUD SMC, korban mengalami sakit meningitis. Sehingga kesehatannya menurun hingga mengakibatkan terjadinya gagal pernapasan.

“Kami sempat menanyakan ke dokter tentang kondisi korban. Katanya, korban mengalami sakit meningitis,” kata Ato seperti dikutip iNews, Jumat 31 Januari 2020.

Terkait hal itu, kata dia, KPAID Tasikmalaya tetap akan melakukan investigasi terkait laporan terjadinya bullying yang dialami korban baik kepada keluarga ataupun kepada sekolah.

Kepala MI Bantarkalong, Wawan mengaku prihatin atas meninggalnya NA. Dia menilai siswi tersebut merupakan anak yang tergolong cerdas di kelasnya.

Wawan mengaku tidak mengetahui apa yang dialami oleh anak didiknya itu. Namun, dia berpesan kepada wali murid dan seluruh siswanya untuk tidak melakukan bullying baik menghina atau mengejek orang lain.

Baca Juga: Bullying dan Penganiayaan di SMP 38 Pekanbaru, 2 Siswa Jadi Tersangka 

“Kami juga meminta guru maupun wali kelas agar lebih perhatian kepada siswa dan jika ada siswa yang nakal harap diingatkan,” katanya.

Wawan juga berharap KPAID bisa datang dan memberikan sosialisasi atau pun melakukan investigasi ke sekolahnya untuk memberikan pemahaman terkait bullying di lingkungan sekolah.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini