JEMBER - Wilayah yang terdampak banjir bandang yang menerjang Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Jawa Timur terus meluas. Jumlah pengungsi ikut bertambah, dari 334 jiwa menjadi 450.
"Jumlah pengungsi bertambah jadi 450 jiwa, kalau tadi laporan pertama yang masuk ada 334 jiwa," ujar Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Jember, Rezha Pratama, kepada Okezone, Sabtu (1/2/2020).
Data tersebut dari BPBD Kabupaten Jember hingga pukul 24.00 WIB, Sabtu 1 Februari 2020. Baca Juga: Khofifah Akan Meninjau Lokasi Banjir di Jember
Sementara dampak kerusakan yang ditimbulkan juga bertambah, bila sebelumnya ada satu jembatan putus, plengsengan yang terkikis, dan 15 rumah terendam lumpur. Kini, ada dua rumah di Dusun Gendir, Desa Klungkung yang tergerus aliran air sungai.
"Kondisinya sudah menggantung, yang tanahnya bawahnya sudah tergerus air bah. Ada dua rumah pemiliknya Rehan (30) dan Safit (25)," ujar Rezha.
Baca Juga: Jembatan Putus Diterjang Banjir di Jember

Sebelumnya, debit air Sungai Kalijompo yang mengalir dari hulu Gunung Argopuro meluap dan mengakibatkan banjir bandang dengan material bebatuan, lumpur, dan kayu.
Banjir bandang menerjang kawasan Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember pada Sabtu sore ini memutuskan setidaknya satu unit jembatan, 15 unit rumah terdampak, serta 334 jiwa dilaporkan awalnya mengungsi.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.