JAKARTA - Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal menyatakan, jika masyarakat Natuna sempat protes kepada dirinya. Warga meminta agar observasi kepada 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru pulang dari Wuhan, China dilakukan diatas Kapal Perang milik TNI, dan tidak di Pangkalan Militer Natuna.
"Betul, masyarakat kami minta supaya itu diisolasi di kapal perang di rumah sakit kapal perang di laut," ujar Abdul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/1/2020).
Namun akhirnya permintaan masyarakat setempat pun tak terlaksana. Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menerangkan, bila observasi kepada WNI yang baru kembali dari Wuhan tak bisa dilakukan di atas kapal perang.
Baca Juga: Bupati Natuna Bantah Warganya Eksodus karena Tolak Karantina WNI dari China
"Pak menteri kesehatan menyampaikan itu memang di seluruh dunia itu tidak dibolehkan isolasinya di kapal. Tetap (harus) di darat, makanya jalan pintas diambil di hanggar yang baru dibangun itulah di sulap menjadi tempat isolasi," katanya.
Selain itu, dia memastikan tempat observasi tersebut tak bisa didekati oleh warga sekitar. Langkah tersebut menurutnya agar tak ada sesuatu yang tidak diinginkan.
Baca Juga: Evakuasi WNI dari China, Jokowi: Terima Kasih Masyarakat Natuna
"Dan sampai saat ini belum ada laporan warga kita yang kena batuk, sesak nafas atau pilek itu belum ada," pungkasnya.
Di samping itu, Adbul menyebut pihaknya sudah mendatangkan dokter ahli usai wilayahnya dijadikan tempat isolasi WNI yang baru pulang dari Wuhan, China.
“Kita sudah minta tadi mendatangkan dokter spesialis dibidang itu (batuk, sesak nafas dan pilek),” tutupnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.