Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

10 Mahasiswa Asal Banten Minta Dievakuasi dari China, Wahidin Halim: Kita Beliin Tiket

Rasyid Ridho , Jurnalis-Selasa, 04 Februari 2020 |09:57 WIB
10 Mahasiswa Asal Banten Minta Dievakuasi dari China, Wahidin Halim: Kita <i>Beliin</i> Tiket
Antisipasi Virus Korona, Petugas Bandara Soekarno-Hatta Menggunakan Masker (foto: Okezone/Heru Haryono)
A
A
A

SERANG - Gubernur Banten Wahidin Halim mengaku akan mengupayakan warganya yang masih terjebak dan ingin dievakuasi akibat virus korona yang terjadi di China. Upaya yang dilakukan berkordinasi dengan pemerintah pusat agar dapat memulangkan mereka.

"Kita beliin tiket untuk pulang. Tapi, kita tetap ikuti prosedur dari Kemenkes, bandara maupun Kementerian Luar Negeri, karena mereka di luar Wuhan," ujar Wahidin usai menggelar rapat evaluasi pelaksanaan APBD Banten di Kota Serang, Senin 3 Februari 2020.

Baca Juga: Ini yang Wajib Dilakukan WNI dari China Selama Karantina di Natuna 

Dikatakan Wahidin, upaya yang dilakukan dengan melakukan kordinasi dengan pemerintah pusat agar ke-10 mahasiswa asal Banten yang terjebak dapat dipulangkan secepatnya.

"Sudah menghubungi mereka (warga Banten di China) katanya mereka ingin dievakuasi karna disana sudah terkontaminasi (virus korona), tetap harus mengikuti prosedur pemulangannya," ujar Wahidin.

Ini Pakaian APD untuk Kasus Virus Korona 

Sebelumnya, Sebanyak 10 mahasiswa asal Provinsi Banten yang sedang menempuh pendidikan di China meminta kepada pemerintah untuk segera mengevakuasi mereka. Sebab, virus korona saat ini sudah mukai menyerang warga yang berada di sekitar asrama mereka di Kota Wuxi, Provinsi Jiangsu, China.

"Kami ingin dievakuasi, dikarenakan persis di depan kampus wxit sudah ada yang terjangkit virus corona. Meskipun bukan warga indonesia tapi itu membuat kami khawatir," ujar salah satu mahasiswa Rifani saat berbincang melalui pesan Instagram, Sabtu 1 Februari 2020.

Diceritakan warga Kota Serang, Banten itu bahwa saat ini persediaan makanan di asrama sudah mulai menipis, apalagi saat ini supermarket seluruhnya sudah tutup. Bahkan, persedian masker mereka sedikit.

"Di sini supermarket sudah tutup, stok makanan sudah tinggal sedikit, dan stok masker di toko sudah tidak ada, ATM terdekat juga tutup," ucapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement