Jual Satwa Dilindungi via Online, 5 Tersangka Ditangkap

Syaiful Islam, Okezone · Selasa 04 Februari 2020 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 04 519 2163087 jual-satwa-dilindungi-via-online-5-tersangka-ditangkap-oacB2jGFc1.jpg Polda Jatim ungkap kasus satwa dilindungi yang dijual secara online. (Foto : Ist)

SURABAYA – Anggota Ditreskrimsus Polda Jatim mengungkap kasus penjualan satwa yang dilindungi atau langka. Dalam kasus ini, polisi menangkap lima tersangka yang menjual satwa dilindungi tersebut via online.

Mereka adalah FS (30), MS (30), dan AK (36), warga Tulungagung. Lalu AS (28) warga asal Trenggalek serta IS (43), yang merupakan residivis dalam kasus yang sama.

Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan, menjelaskan pihaknya telah mengamankan lima tersangka dalam kasus penjualan satwa yang dilindungi. Dari lima tersangka, ada dua kelompok, yang salah satunya menjual burung langka.

"Sedangkan ada satunya pemain kerang. Untuk yang residivis (IS) pernah menjalani hukuman selama 6 bulan," tutur Luki pada wartawan di Mapolda Jatim, Selasa (4/2/2020).

Polda Jatim ungkap kasus penjualan satwa dilindungi. (Foto : Ist)

Menurut Luki, jumlah burung yang diamankan sebanyak 53 ekor dari berbagai jenis. Di antaranya jenis kakaktua maluku, julang emas, elang brontok, serta alap-alap sapi.

Harga burung langka ini bervariasi tergantung jenisnya. Namun, yang paling murah dipatok dengan harga Rp1,5 juta.

"Kemudian ada juga ada kerang sebanyak 610 biji yang akan diekspor ke luar negeri. Ini nilai totalnya Rp1,5 miliar. Hewan langka ini akan kita titipkan di BKSD. Mereka yang akan merawat," ujar Luki.

Para tersangka menjual satwa langka secara online, baik di pasar lokal maupun luar negeri. Jaringan tersebut berhasil diungkap lewat patroli cyber yang dilakukan anggotanya.


Baca Juga : Populasi Badak Jawa di Ujungkulon Bertambah, Kini Ada 72 Ekor

"Setelah proses hukum selesai, hewan terlindungi ini akan dilepas pada habitatnya di Maluku," ujar Luki.

Para tersangka akan dijerat Pasal 21 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 50 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Adapun ancaman hukumannya lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta.


Baca Juga : Petugas Usir Beruang Pakai Petasan saat Masuk ke Perkebunan Warga

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini