Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Banjir yang Merendam 3 Desa di Cirebon Mulai Berangsur Surut

Fathnur Rohman , Jurnalis-Selasa, 04 Februari 2020 |12:50 WIB
 Banjir yang Merendam 3 Desa di Cirebon Mulai Berangsur Surut
Warga Cirebon saat membuang air dari dalam rumahnya (foto: Okezone.com/Fathnur)
A
A
A

CIREBON - Banjir yang merendam sejumlah kawasan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat sejak Senin 3 Februari 2020 malam, saat ini sudah berangsur surut. Ketinggian air yang tadinya mencapai 70 cm, saat ini mulai turun sampai 20 cm.

Dari data yang dikeluarkan BPBD Kabupaten Cirebon, banjir merendam ratusan rumah di tiga desa, yakni Desa Gamel, Desa Sarabau, dan Desa Kalimekar. Air yang menggenangi ketiga desa itu memiliki ketinggian bervariasi. Bahkan untuk Desa Kalimekar sendiri ketinggian airnya sempat mencapai satu meter.

Selain ketiga desa tersebut, banjir juga ternyata merendam salah satu desa di Kecamatan Gebang yakni Desa Gebangudik. Hingga saat ini, warga masih berjibaku mengeluarkan air dari dalam rumah mereka.

 Baca juga: Dua Sungai Meluap, 4 Kecamatan di Bandung Terdampak Banjir

Salah seorang warga bernama Karsono (64) mengatakan, banjir mulai merendam pemukiman warga di Desa Gebangudik sejak Senin malam kemarin. Menurut Karsono, banjir tersebut disebabkan oleh luapan air sungai Ciberes yang terletak dekat pemukiman warga.

 Banjir Cirebon

Karsono menuturkan, ketinggian air yang masuk ke dalam rumahnya mencapai 40 cm. Namun, diakui Karsono, sejak pagi tadi air perlahan mulai surut.

"Tadi jam sembilan malam banjir mulai masuk. Tiap tahun sering kebanjiran. Air ini luapan dari Sungai Ciberes. Sampai sekarang mulai surut. Tapi air masih menggenang," kata Karsono kepada Okezone, Selasa (4/2/2020).

 Baca juga: Pasca-Hujan Deras, Banjir Rendam Ratusan Rumah Warga di Indramayu

Lebih lanjut diungkapkan Karsono, sejumlah warga di Desa Gebangudik merasa khawatir banjir akan kembali lagi terjadi. Pasalnya, setiap kali wilayah itu diguyur air hujan, maka air sungai Ciberes akan meluap dan merendam rumah warga.

Sementara itu diwaktu yang berbeda, Korlap BPBD Kabupaten Cirebon, Faozan menjelaskan, banjir yang merendam ratusan rumah warga di Desa Gamel dan Desa Sarabau disebabkan oleh jebolnya tanggul sungai Cikenanga. Tanggul ini tidak bisa menahan debit air menyusul hujan deras sejak sore tadi.

"Sudah tiga kali di awal tahun 2020 desa ini terendam banjir. Tanggul sungai Cikenanga jebol, sehingga luapan airnya merendam pemukiman warga, " ujar Faozan.

 Banjir Cirebon

Faozan menyampaikan, tanggul sungai Cikenanga sebelumnya sempat diperbaiki. Akan tetapi diungkapkan Faozan, perbaikan tanggul sungai Cikenanga hanya bersifat sementara. Tidak bersifat permanen.

"Perbaikan ini untuk sementara saja. Soalnya debit air selalu tinggi jadi agak susah untuk melakukan perbaikan," ucap Faozan.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement