Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PMI Jawab Pertanyaan Masyarakat Seputar Virus Korona

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 05 Februari 2020 |23:48 WIB
PMI Jawab Pertanyaan Masyarakat Seputar Virus Korona
Ilustrasi penanganan pasien terinfeksi virus. (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Penyebaran virus korona di negara-negara belahan dunia terus terjadi. Terkini, angka korban jiwa akibat virus korona jenis baru (2019-nCov) bertambah 65 orang, sehingga total menjadi 492 orang di seluruh dunia.

Sebanyak 490 kasus kematian akibat virus korona terjadi di China daratan, 1 orang di Filipina, dan 1 lainnya di Hong Kong. Hal itu sebagaimana diungkapkan Komisi Kesehatan Nasional China.

Baca juga: Ada Tanda-Tanda Pneumonia pada Balita Diduga Terpapar Virus Korona di Manado 

Terkait penyebaran virus korona tersebut, sejumlah masyarakat Indonesia pun turut khawatir. Banyak di antara mereka yang masih tidak begitu paham terhadap virus korona.

Guna memberi rasa tenang kepada masyarakat Tanah Air, Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan penjelasan terkait virus korona ini, sebagaimana pedoman Kementerian Kesehatan. Mereka juga menjawab sejumlah pertanyaan yang banyak dilontarkan publik.

Baca juga: WNI Positif Virus Korona di Singapura Bisa Dievakuasi Setelah Sembuh 

PMI menjelaskan bahwa virus korona jenis baru atau dikenal novel coronavirus (2019-nCoV) belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan.

"Pada manusia menyebabkan penyakit mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut Berat/Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)," jelas pihak PMI dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Rabu 5 Februari 2020.

PMI menerangkan, gejala umum virus korona jenis baru (2019-nCoV) yakni berupa demam lebih dari 38 derajat Celsius, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan sesak napas. Jika ada orang dengan gejala tersebut dan pernah melakukan perjalanan ke China (terutama Kota Wuhan), atau pernah merawat serta kontak dengan penderita 2019-nCoV, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.

Baca juga: Jokowi Jawab Keberatan China Terkait Penanganan Virus Korona 

Dijelaskan, sampai saat ini belum diketahui bagaimana manusia bisa terinfeksi virus korona jenis baru (novel coronavirus/2019-nCoV). Para ahli masih melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus, jenis paparan, cara penularan dan pola klinis, serta perjalanan penyakit.

"Hasil penyelidikan sementara dari beberapa institusi di Kota Wuhan, sebagian kasus terjadi pada orang yang bekerja di pasar hewan/ikan, namun belum dapat dipastikan jenis hewan penular virus ini. Hingga saat ini dilaporkan adanya penularan antarmanusia yang terbatas (antarkeluarga dekat dan petugas kesehatan yang merawat kasus)," terangnya.

Baca juga: Presiden Jokowi: WNI Terjangkit Virus Korona Masih Ditangani di Singapura 

(Hantoro)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement