JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap mewaspadai virus korona yang sedang mewabah di China. Saat berpergian, warga diminta untuk selalu mengenakan masker, terlebih dalam kondisi badan kurang sehat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia Handayani mengungkapkan bahwa masyarakat cukup menggunakan masker biasa yang dijual di toko-toko pada umumnya. Penutup mulut dan hidung itu seperti yang digunakan paramedis bedah di rumah sakit.
“Cukup masker bedah seperti yang biasa kita bisa beli kok, di toko biasa, di toko alat kesehatan bisa, di toko ritel biasa juga banyak,” ujar Dwi melansir iNews.id, Kamis (6/2/2020).
Menurut Dwi, warga tidak perlu sampai menggunakan masker N95 yang memiliki keunggulan lebih baik daripada masker bisa. Masker N95 memang memiliki kualitas lebih baik dibandingkan masker jenis lainnya. Pasalnya, penyaring udara itu bisa memfilter partikel-partikel berukuran kecil di bawah PM 10 daripada jenis lainnya yang menyaring lebih besar.
Menurut dia masker N95 wajib digunakan bagi tim medis saat menangani pasien terjangkit korona di ruang isolasi. Bahkan, para dokter jika menemui situasi itu juga harus dilengkapi alat pelindung diri (APD).
“Enggak perlu, itu masker N95 itu untuk petugas kesehatan. Kalau kita merawat di ruang isolasi pasien, nah itu baru pakai APD lengkap, pakai N95. Kalau untuk penggunaan sehari-hari, masker bedah biasa,” tuturnya.
Soal ketersediaan masker di Jakarta, pihaknya akan berkordinasi dengan beberapa pemangku kepentingan. Namun, dia meyakini stok barang tersebut masih banyak ditemukan di toko terdekat.
“Kami juga koordinasi untuk lihat ketersediaan masker, sepertinya mungkin saja ada sedikit kesulitan, tapi sepertinya masih mudah diperoleh masyarakat,” pungkasnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.