nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Syahbandar Pelabuhan Pangkep Tunggu Hasil Pemeriksaan Kesehatan 21 ABK Kapal China

Herman Amiruddin, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 02:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 07 609 2164610 syahbandar-pelabuhan-pangkep-tunggu-hasil-pemeriksaan-kesehatan-21-abk-kapal-china-JcjXtAkQJI.jpg Kapal kargo curah asal China di Perairan Pangkep. (Foto: Herman Amiruddin/Okezone)

MAKASSAR – Sebanyak 21 anak buah kapal (ABK) kapal kargo curah asal China dengan nama Genco Bourgogne masih menjalani pemeriksaan kesehatan. Hal itu dilakukan oleh pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Syahbandar untuk mengantisipasi masuknya virus korona ke Sulawesi Selatan.

Hasil pemeriksaan kesehatan pun belum dimiliki oleh pihak Kesyahbandaran Unit Pelayanan Pelabuhan (UPP) III Biringkassi, Kabupaten Pangkep. Saat ini kapal yang ditumpangi belum sandar di Dermaga Pelabuhan Biringkassi, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Virus Korona Mewabah, 21 ABK China Diperiksa saat Masuk Perairan Pangkep

Petugas Kesyahbandaran UPP Biring Kassi, Kapten Agung, mengatakan hingga malam ini belum ada laporan perihal hasil pemeriksaan terhadap 21 ABK kapal tersebut dan belum dimiliki.

"Saat ini pihak KKP saat ini masih melakukan sterilisasi kapal dan 21 ABK serta muatannya," kata Agung kepada Okezone, Kamis 6 Februari 2020.

Ia menjelaskan, Kapal Genco Bourgogne bertolak dari Hong Kong menuju Pangkep. Tujuan ke Pangkep untuk bongkar-muat muatan berupa Klinker dari PT Semen Tonasa.

"Dari Pangkep, kapal ini akan menuju Taiwan membawa muatannya," kata Agung.

Sementara kelengkapan berkas dokumen kapal dinyatakan lengkap. Namun dengan adanya virus korona, maka pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melakukan pemeriksaan kesehatan di atas kapal tersebut.

Ia menjelaskan, kapal tersebut tiba pada 5 Februari sekira pukul 13.00 Wita. Sesuai aturan, kapal ini tidak bisa langsung bersandar ke Pelabuhan Biringkassi Pangkep bila tidak diperiksa oleh KKP.

"Saat ini kita masih menunggu hasil dari KKP. Kalau dinyatakan steril, kita akan biarkan bersandar ke Biringkassi, tapi ABK kami larang karena belum ada izin dari Imigrasi," ungkapnya.

Dalam pemeriksaan tersebut terdapat sembilan orang dalam satu tim. Tim ke kapal asal China tersebut untuk memeriksa kesehatan para ABK.

"Saat ini kapal dengan jumlah kru 21 orang masih menurunkan jangkar di kolam Pelabuhan Biringkassi sekitar wilayah Perairan Pulau Laiya. Untuk pemeriksaan kapal tersebut dari KKP," jelasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini