Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Catatan Jurnalis di Hari Pers Nasional, Pernah Dikalungi Celurit hingga Disantet

Bramantyo , Jurnalis-Sabtu, 08 Februari 2020 |12:23 WIB
Catatan Jurnalis di Hari Pers Nasional, Pernah Dikalungi Celurit hingga Disantet
Bramantyo, sudah 21 tahun ia lalui pekerjaan sebagai jurbalis (Foto: Okezone/Dok. Pribadi)
A
A
A

SOLO - Hari Pers Nasional dirayakan setiap 9 Februari. Menjadi seorang jurnalis bukanlah perkara mudah, suka duka di lapangan melahirkan beragam cerita yang patut diapresiasi.

Berikut ini adalah cerita dari Bramantyo, jurnalis senior yang sudah makan "asam garam" sebagai kuli tinta. Beragam cerita pernah dirasakannya, mulai dari dikalungi celurit hingga disantet.

****

Menjadi seorang jurnalis sebelumnya tak terlintas di benakku sama sekali. Tak terpikir sama sekali kalau akhirnya aku pun melakoni profesi ini. Tak terasa, sudah 21 tahun lamannya, sejak 1999 hingga kini aku melakoni dunia jurnalistik.

Awal mula aku terjun kedunia jurnalistik berawal dari pers kampus. Ya, saat itu aku pun ikut membidangi lahirnya pers di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Meski saat itu, aku ikut membidangi lahirnya pers di lingkungan Fakultas Psikologi, tapi aku sendiri pun belum begitu tertarik di dunia tersebut. Yang ada di benakku, kerja di perkantoran sebagai seorang personalia, seperti bidang disiplin ilmu yang aku tekuni.

Namun, takdir berbicara lain. Lamaranku di sebuah majalah itupun di terima. Tak ada bekal jurnalistik sama sekali, aku mulai menekuni profesi ini.

Awalnya, aku pun bingung gimana caranya membuat berita. Masih ingat dibenakku, liputan pertama aku adalah meiput muscab Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di gedung DPRD Karanganyar.

Bramantyo

Meski meliput, tapi aku masih bingung bagaimana cara menulis berita hingga menjadi sebuah tulisan yang memberikan pencerahan kepada khalayak. Karena tak ada bekal jurnalis sama sekali, aku pun membeli semua koran yang terbit keesokan harinya.

Aku mempelajari satu persatu tulisan yang ada di koran tersebut. Terutama tentang berita yang kebetulan aku pun meliputnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement