Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Curhat Jurnalis, Tetap Ambil Gambar Meski Busur Panah Mengoyak Pakaian

Demon Fajri , Jurnalis-Sabtu, 08 Februari 2020 |12:44 WIB
Curhat Jurnalis, Tetap Ambil Gambar Meski Busur Panah Mengoyak Pakaian
Hery Supandi telah makan asam garam di dunia jurnalistik (Foto: Okezone/Dok. Pribadi)
A
A
A

Liputan Kasus Pembalakan Liar, Hery Diancam Dibunuh

Menjadi jurnalis tidak selamanya menyenangkan. Profesi ini juga banyak tantangan, yang bertaruh nyawa. Hery pernah diancaman ingin dibunuh. Sebab pria bertubuh gumpal ini memberitakan kasus pembalakan liar di Kabupaten Seluma, Bengkulu.

Kasus tersebut melibatkan pejabat di daerah itu. Hery meliput kasus ini ketika menjadi koresponden SCTV. Sekira 120 meter kubik kayu hasil pembalakan liar, ditemukan polisi, 50 meter kubik diantaranya ditemukan di rumah pribadi pejabat Kabupaten Seluma.

Kasus yang melibatkan pejabat tersebut membuat nyawa Hery, terancam. Di mana pada tahun 2008 itu, dia diancam akan dibunuh. Lantaran telah memberitakan kasus tersebut. Namun, ancaman itu tidak membuat Hery, takut.

Ilustrasi

Suami dari Ine Lestari ini tetap memberitakan kasus itu. Hery berpikir menjadi jurnalis itu penuh risiko. Ancaman dibunuh, misalnya. Sebab profesi ini telah dipilih Hery, sejak terjun ke dunia jurnalistik pada tahun 2000.

Di mana sebelum menjadi koresponden SCTV, pria 43 tahun meniti kariernya di media lokal. Tabloit Bengkulu Baru, di tahun 2000. Profesi ini Hery pilih karena mengasikkan.

''Pernah juga diancam ingin dibunuh. Tapi, itu sudah menjadi bagian dalam dunia jurnalistik. Harus dihadapi,'' kata Hery.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement