nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masih Ada Desa Rawan Pangan di Kabupaten Gunungkidul

krjogja.com, Jurnalis · Minggu 09 Februari 2020 23:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 09 510 2165844 masih-ada-desa-rawan-pangan-di-kabupaten-gunungkidul-5OX6Nnf3zj.jpg Ilustrasi (Foto : KRJogja)

GUNUNGKIDUL - Kerawanan pangan masih dialami warga Kabupaten Gunungkidul. Hal tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintah setempat.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari terdapat sebanyak 40,60 persen warganya masuk dalam kategori keluarga prasejahtera atau miskin.

Dari pemetaan tersebut, terdapat sejumlah faktor yang diindikasikan sebagai daerah rawan pangan. Di antaranya tingkat daya beli masyarakat rendah, fasilitas pendidikan kurang memadahi, jarak dari pusat pertumbuhan (kota) dan fasilitas ekonomi terbatas.

“Sejumlah faktor inilah yang menyebabkan tingginya angka pengangguran dan berdampak pada kerawanan pangan,” ujar Kepala Bidang Ketahanan Pangan, DPP Gunungkidul, Fajar Ridwan, baru-baru ini.

Melihat perkembangan yang terjadi jumlah desa rawan pangan dibanding tahun lalu mengalami penurunan, untuk tahun lalu masih terdapat 2 desa. Sementara tahun ini menyisakan satu desa lagi.

Terkait dengan masih adanya desa rawan pengan, Pemkab Gunungkidul akan melakukan penanganan khusus. Mulai dari pemberdayaan dan pengembangan pangan untuk ketersediaan dan meningkatkan pendapatan, hingga adanya program yang menjadikan salah satu sasarannya yakni ‘family farming’ atau konsep gerakan pertanian keluarga. Selain itu juga upaya meningkatkan daya beli masyarakat.

“Misalnya dari sektor pertanian diajarkan bagaimana memanfaatkan potensi atau sumber daya yang dimiliki melalui kelompok-kelompok juga upaya peningkatan berbagai bidang produktif lainnya,” ujar Fajar.

Menurutnya, progres perubahan dari desa potensi rawan pangan berdasarkan data terus membaik Pemkab menargetkan, paling tidak tahun 2021 hanya tersisa 4 desa. Namun sejak tahun 2017/2018 telah terlampaui dan kemudian hanya tersisa tinggal ada satu desa.

Baca Juga : Jasad TKA Proyek Meikarta Masih Pakai Alat Keselamatan Kerja

Namun Pemkab Gunungkidul tidak ingin gegabah. Pasalnya untuk benar-benar menyentuh angka 0 membutuhkan proses yang cukup panjang dan sinergitas yang tinggi.

“Upaya penanganan akan terus dilakukan sekipun progres yang dicapai sudah cukup baik,” tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini