Sah! Kolaborasi Jawa-Sunda, Ridwan Kamil dan Sri Sultan Hamengkubuwono X Kerja Sama Kebudayaan

Tim Okezone, Okezone · Kamis 02 Desember 2021 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 340 2510765 sah-kolaborasi-jawa-sunda-ridwan-kamil-dan-sri-sultan-hamengkubuwono-x-kerja-sama-kebudayaan-ynHVZbXC4D.jpg Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Sri Sultan Hamengkubuwono X MoU dalam acara pesona Jabar (foto: dok Pemprov Jabar)

YOGYAKARTA - Pemprov Jawa Barat menjalin kerja sama dengan Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tentang pengembangan potensi daerah dan pelayanan publik melalui pendekatan dua kebudayaan yang saling bersaudara.

Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani langsung Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam acara Pesona Jabar di area Candi Prambanan, Yogyakarta, Rabu 1 Desember 2021 malam.

Baca juga:  Ridwan Kamil Pamer Lukisan Penuh Warna di Yogyakarta, Bicara Produktivitas & Ekonomi Kreatif

Malam puncak Pesona Jabar di Candi Prambanan menjadi agenda penutup rangkaian kunjungan kerja hari pertama Ridwan Kamil di DIY.

Hari ini, Ridwan Kamil dan rombongan menemui warga Sunda di Yogyakarta dan juga menjadi narasumber di Universitas Gadjah Mada (UGM).

 Baca juga: Jago Kolaborasi Antar Daerah, Ridwan Kamil Ciptakan Kudapan Khas Jabar - Yogyakarta: Coletot!

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengungkapkan, kehadirannya ke Yogyakarta atas undangan Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam rangka mendekatkan dua kebudayaan Sunda dan Jawa yang memiliki nilai sejarah panjang di Bumi Pertiwi sebagai simbol sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia.

"Kami merasa kita harus menarasikan sebuah semangat persatuan yang mudah diucapkan, tapi susah dilaksanakan," ungkap Kang Emil.

Sosok Sri Sultan sendiri menurut Kang Emil adalah sebagai orang tua yang wajib diteladani. Di masa kepemimpinannya, Sri Sultan Hamengkubuwono X berhasil mencetak sejarah dengan menghadirkan nama Jalan Siliwangi dan Jalan Pajajaran di Yogyakarta. Sebaliknya, ada Jalan Hayam Wuruk dan Majapahit di belakang Gedung Sate, Kota Bandung.

"Mewakili masyarakat Jabar, saya mengapresiasi di zaman Sri Sultan lah penguatan sinergi dua budaya Jawa-Sunda terwujud secara konkret," ujar Kang Emil.

Baca juga:  Pamer Lukisan di Yogyakarta, Ridwan Kamil: Kita Sudah Berdamai dengan Masa Lalu

Kerja sama antardua provinsi di Pulau Jawa ini diharapkan bisa membawa semangat persatuan seluruh daerah di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi ini bisa menjadi penyejuk dan semangat persatuan Indonesia.

"Mudah-mudahan kunjungan kerja sama ini bisa menarasikan simbol Jawa, Sunda," ucapnya.

Untuk menindaklanjuti kerja sama budaya antardua provinsi tersebut, Kang Emil pun mengundang Sri Sultan ke Bandung.

Diketahui, Sri Sultan punya kenangan manis di Kota Bandung dalam menemukan tambatan hatinya. Jalan Panaitan, Bandung menjadi saksi kisah cinta Sri Sultan dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas.

"Kita nanti jalan-jalan lewat Panaitan, nanti kalau Sultan berkenan ada rute nostalgia saat dulu Kanjeng Ratu Hemas itu ikut orang tuanya kerja di Bandung, Sri Sultan jatuh cinta lalu keliling Bandung, mungkin faktor udara yang membuat gerimis romantis," kata Kang Emil.

Gayung bersambut, Sri Sultan Hamengkubuwono X menilai, kerja sama antarprovinsi ini penting dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan menuju ke arah yang lebih baik untuk mengikuti perkembangan zaman.

"Kerja sama antar provinsi ini penting, terutama pelayanan publik dan pengembangan potensi daerah," ungkapnya.

Sri Sultan pun menjelaskan terkait pepatah Sunda untuk silih asih, silih asah, dan silih asuh demi terciptanya iklim kerja sama yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

"Kudu silih asih, silih asah jeung silih asuh adalah pepatah Sunda yang menganjurkan kita untuk saling mengasihi, saling mengajari dan saling menjaga satu sama lain, agar tercipta iklim kerja sama sarat kedamaian. Itulah tujuan kehadiran delegasi Gubernur Jabar ke Yogyakarta," terangnya.

Kunjungan persahabatan ini, menurutnya, ditandai dengan pertukaran budaya. Pesona Budaya Jabar adalah rintisan kerja sama pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif dalam bentuk kolaborasi dan strategi untuk bangkit bersama guna pemulihan ekonomi kedua provinsi.

"Selain itu, penandatanganan MoU tentang pengembangan potensi daerah dan peningkatan pelayanan publik. Kemauan baik itu tentu harus kita sambut dengan tangan terbuka dan lapang dada," katanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini